Harga BBM Naik, Pengusaha SPBU: Kita Ikut Keputusan Pemerintah

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Kamis 15 April 2021 20:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 320 2395395 harga-bbm-naik-pengusaha-spbu-kita-ikut-keputusan-pemerintah-JhgHmZZPuv.jpg Harga BBM. (Foto: Okezone.com/Shutterstok)

MEDAN - Para pengusaha SPBU akan mengikuti apapun keputusan pemerintah terkait harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di Sumatera Utara yang telah dinaikkan sejak 1 April 2021 lalu.

Hal itu dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Swasta Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Sumatera Utara, Razali Husein usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Sumatera Utara, Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara dan PT Pertamina.

"Kita pada dasarnya akan mengikuti apapun keputusan pemerintah," sebutnya, Kamis (15/4/2021).

Baca Juga: Harga BBM Naik, Pemprov Sumut 'Untung' Rp300 Miliar

Razali pun meminta agar Pemerintah segera mengambil sikap, guna memberikan kepastian kepada para pengusaha dan juga masyarakat.

"Kita harap segera (ada keputusan)," pungkasnya.

Baca Juga: Digitalisasi, Ahok Sebut Penyaluran BBM Tidak Terganggu

Sebelumnya salah satu perwakilan Hiswanamigas menyebut mereka ikut merasakan imbas dari kenaikan harga itu. Di mana mereka menjadi pihak yang pertama kali menanggung dampak dari kenaikan harga jual tersebut.

Perwakilan Hiswanagimas itu merinci, untuk setiap 8 kiloliter BBM jenis Pertalite yang mereka pesan, mereka harus menyiapkan dana lebih dari Rp60 juta. Mereka juga masih harus menanggung Pajak Pertambahan Nilai sekira Rp5,3 juta dan PBBKB senilai Rp4 juta.

"Jadi dengan adanya kenaikan ini, Rp200, tanggungan yang harus kami tutupi lebih awal setiap pengantaran (16 kiloliter) adalah sekitar Rp3 juta," sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, PT Pertamina menaikkan harga jual BBM non-subsidi antara Rp200-Rp250 perliter. Kenaikan ini menyesuaikan besaran tarif PBBKB yang naik dari 5% menjadi 7,5%. Kenaikan tarif itu sendiri sesuai dengan Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 1 tahun 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini