Kemudian, ditambah dengan adanya kebijakan dari pemerintah di mana hanya memperbolehkan sebagian karyawan untuk bekerja di kantor selama pandemi. Hal tersebut menyebabkan terjadinya kombinasi antara bekerja dari rumah dan dari kantor.
Baca juga: Waduh! ABK Indonesia Rentan Jadi Korban Eksploitasi
Lanjutnya, Faridah menuturkan, sebanyak 68% masyarakat sudah beradaptasi dengan keadaan bahwa bekerja bisa dilakukan secara jarak jauh dan tidak harus datang ke kantor. Para pekerja atau pencari kerja lebih memilih bekerja secara kombinasi.
“Mungkin dalam seminggu tiga hari kerja dari rumah, dua hari kerja dari kantor, sehingga fleksibilitas itu ada. Ini menunjukkan bahwa yang tadinya kita pikir itu sesuatu yang tidak mungkin, menjadi sesuatu yang diinginkan dan mulai adaptasi,” tutur dia.
(Fakhri Rezy)