Bertemu Jokowi, Pengusaha Mal Minta Vaksinasi untuk Ekonomi dan Kesehatan

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 24 April 2021 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 24 320 2400155 bertemu-jokowi-pengusaha-mal-minta-vaksinasi-untuk-ekonomi-dan-kesehatan-gw32YVxbZj.jpg Mal (Okezone)

JAKARTA - Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) telah bertemu Bapak Presiden Joko Widodo di Istana Negara Bogor. Pertemuan itu untuk membantu Pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional dan melaporkan kondisi sektor ritel dan penyewa secara langsung.

Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah mengatakan bahwa ada tiga hal utama yang disampaikan kepada Presiden Jokowi. Pertama, mengenai permintaan vaksin untuk ekonomi dan kesehatan.

 Baca juga: Diserbu Jelang Buka Puasa hingga Mudik Dilarang, Jam Operasional Mal Ditambah?

"Kedua, mengenai kondisi keuangan arus kas ritel selama pandemi dan Ketiga, mengenai usulan untuk menggerakkan ekonomi guna pemulihan ekonomi nasional," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/4/2021).

Pertama, Vaksin untuk ekonomi dan kesehatan, Hippindo akan mendapatkan vaksin sebanyak 500.000 bagi karyawan anggota Hippindo di bandara, mall, resto, rest area, stasiun, pelabuhan dan commercial area maupun karyawan support dan juga untuk supplier ritel dan penyewa yang nantinya akan dikoordinasikan oleh Hippindo.

 Baca juga: Minggu Pertama Puasa, Masyarakat Mulai 'Serbu' Mal tapi Tak Belanja

Kemudian, lanjut dia, dengan 500.000 vaksin ini akan membuat ekonomi meningkat dan kesehatan juga terjamin karena para karyawan ritel sudah divaksin.

"Kami juga akan membuat program dengan membuat pin. Kami sudah divaksin dan tetap jaga protokol kesehatan yang akan dipakai oleh semua karyawan front liner sektor ritel dan penyewa untuk membantu program sosialisasi vaksinasi Covid-19 dan meningkatkan rasa percaya diri masyarakat untuk berbelanja sehingga roda perekonomian kembali bergerak," ungkap dia.

Kedua, mengenai kondisi keuangan arus kas ritel selama pandemi, Hippindo mohon bantuan berupa. Dukungan modal kerja dari perbankan, guna memastikan lancarnya modal kerja. Suku bunga ringan, penambahan modal kerja, dan dukungan dari perbankan, OJK, dan juga insentif dari PMK.

"Lalu pelaku ritel dan penyewa diberikan insentif dari sisi perpajakan, income tax dalam rangka booster perdagangan 3 bulan ini misalnya Free PPN untuk meningkatkan animo konsumen dalam membeli barang terutama dalam rangka ramadhan dan lebaran," tutur dia.

Dia menambahkan perlu diberikan juga insentif offline yang bisa bebas ongkir seperti online dalam rangka ramadhan/lebaran jalur distribusi perlu diamankan seiring dengan timbulnya premanisme yang jelas membebani biaya retailers.

Di sisi lain terkait branding Indonesia, juga perlu beberapa dukungan, seperti lokasi-lokasi yang strategis untuk brand lokal Indonesia, dukungan utk promosi dan juga same level of playing field (kesetaraan dalam hal perpajakan, antara online dan offline, juga kesetaraan perijinan, SNI, BPOM, dan ijin-ijin perdagangan lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini