Industri Padat Karya Jadi Prioritas Vaksin Gotong Royong

Dita Angga R, Jurnalis · Senin 03 Mei 2021 14:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 320 2404795 industri-padat-karya-jadi-prioritas-vaksin-gotong-royong-4Y2nLrOYmF.jpg Vaksin Virus Corona. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah telah menetapkan prioritas dalam pelaksanaan vaksinasi gotong-royong. Salah satu menjadi prioritas adalah sektor padat karya.

“Dan prioritas berbasis zonasi prioritas. Dan juga berbasis kepada perusahaan-perusahaan yang telah mendaftarkan di Kadin. Dan tentunya berbasis pada jenis industrinya yang diutamakan padat karya,” katanya dalam konferensi persnya, Senin (3/5/2021).

Baca Juga: Presiden Jokowi Siapkan Vaksin Covid-19 untuk Pekerja Asing

Airlangga mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan akan segera menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) terkait harga vaksin gotong royong. Dimana saat ini jenis vaksin untuk vaksinasi gotong-royong adalah Sinopharm.

“Kemudian terkait jenis vaksinnya adalah vaksin Sinopharm yang sudah komit untuk masuk sejumlah sekitar 7 juta. Dan dengan opsi 7 juta. Dan juga 7,5 juta Sinopharm itu yang sudah signing ditargetkan sampai bulan Juli. Opsinya 7,5 (juta) dan ada 5 juta Cansino yang sedang dalam proses,” ungkapnya.

Baca Juga: Heboh Rapid Test Antigen Bekas, Erick Thohir Diminta 'Sentil' Kimia Farma

Seperti diketahui vaksin gotong-royong adalah vaksinasi yang akan dilakukan pada fasilitas kesehatan swasta. Dimana sasarannya adalah pekerja swasta dengan. Rencananya vaksinasi akan dilaksanakan pada tanggal 9 Mei mendatang.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan supaya pekerja asing bisa mendapatkan vaksin Covid-19 dengan mekanisme vaksin gotong-royong.

“Dan juga tadi arahan Bapak Presiden bahwa untuk pekerja yang memiliki KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) ataupun KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap) itu juga bisa menggunakan mekanisme daripada vaksin gotong royong,” kata Airlangga, Senin (3/5/2021).

Selanjutnya Kementerian Kesehatan akan menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) terkait harga vaksin gotong royong.

“Kemudian terkait jenis vaksinnya adalah vaksin Sinopharm yang sudah komit untuk masuk sejumlah sekitar 7 juta. Dan dengan opsi 7 juta. Dan juga 7,5 juta Sinopharm itu yang sudah signing ditargetkan sampai bulan Juli. Opsinya 7,5 (juta) dan ada 5 juta Cansino yang sedang dalam proses,” ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini