Dolar AS Kembali Tak Berdaya, Ini Penyebabnya

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 07 Mei 2021 08:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 320 2406961 dolar-as-kembali-tak-berdaya-ini-penyebabnya-Tj2muMbMCp.jpg Dolar AS Melemah (Foto: Okezone.com)

NEW YORK - Dolar AS merosot pada perdagangan Kamis atau menjadi titik terendah dalam tiga hari berturut-turut. Dolar AS melemah karena selera risiko pasar global membaik dan para pedagang menantikan laporan pekerjaan April yang akan dirilis pada Jumat.

Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun di bawah 500.000 pada minggu lalu atau menjadi yang pertama jumlahnya sejak pandemi Covid-19 meluas lebih dari setahun yang lalu. Data menunjukkan bahwa telah terjadi pemulihan pasar tenaga kerja memasuki fase baru di tengah ekonomi yang berkembang pesat.

Baca Juga: Dolar Lesu Menjelang Data Pekerjaan AS

Namun demikian, Dolar AS yang dianggap sebagai aset safehaven turun terhadap sekeranjang mata uang 0,34% pada level 90,948.

"Prospek dolar oleh banyak orang saat ini akan melemah untuk beberapa waktu. Karena sebagian besar pasar yakin bahwa Fed telah mengendalikan imbal hasil Treasury," kata Analis Senior Pasar FX OANDA, Edward Moya, dilansir dari Reuters, Jumat (7/5/2021).

Baca Juga: Yellen Minta Suku Bunga Naik, Indeks Dolar AS Menguat

Sementara itu, investor tengah menantikan laporan penggajian non-pertanian, dengan perkiraan antara 700.000 dan lebih dari 2 juta pekerjaan bertambah sepanjang April 2021.

"Jika jumlahnya mencapai 1,5 juta, itu bisa menyebabkan lonjakan imbal hasil Treasury yang akan memberikan beberapa dukungan sementara untuk dolar," kata Moya.

Di sisi lain, Bank of England akan memperlambat laju pembelian obligasi karena secara tajam meningkatkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Inggris tahun ini setelah merosot akibat virus corona. Tetapi Bank Sentral menekankan bahwa hal tersebut tidak mengetatkan kebijakan moneter.

"Mereka mengatakan akan mengurangi laju pembelian mingguan, tapi itu bukan sinyal dan sterling naik turun dan tidak melakukan apa-apa di penghujung hari," kata Direktur dan Kepala Strategi Exchange Bank of Canada, Erik Bregar

Pound terakhir turun 0,15% terhadap dolar yang lebih lemah di USD1,3890. Euro naik 0,44% versus dolar pada level USD1,2058, dan naik 0,54% terhadap pound, pada 0,8678 pence per euro.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini