Total Hengkang dari Indonesia, Pengamat Nilai Produknya Kurang Menarik

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Sabtu 08 Mei 2021 05:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 320 2407356 total-hengkang-dari-indonesia-pengamat-nilai-produknya-kurang-menarik-3jS2ORjsUB.jpeg BBM (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai persaingan bisnis SPBU di Indonesia semakin hari semakin ketat. Apalagi dengan hadirnya BP dan juga VIVO selain Shell, dengan begitu Total semakin tertekan.

Menurut dia, masyarakat lebih suka dengan merek besar seperti Shell karena banyak promosi dan juga BP-AKR yang sekarang mulai gencar membuat cabang di beberapa wilayah di Jadetabek. Sementara VIVO masih terkenal karena mengeluarkan produk murah dengan ron 89 mereka menjadi promosi gratis juga untuk BBM jenis lain.

"Produk Total oleh penggunaan kendaraan juga kurang menarik jika dibandingkan SPBU swasta lainnya. Saya kira itu yang menyebabkan Total harus menutup semua SPBU mereka di Indonesia," jelasnya.

Sebelumnya, PT Total Oil Indonesia memutuskan untuk menutup 18 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jabotabek dan Bandung. Keputusan ini selaras dengan strategi Total secara global dalam hal manajemen portofolio secara aktif.

Baca selengkapnya: Total Tutup, Bagaimana Persaingan SPBU di Indonesia?

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini