Ekspektasi Inflasi Meroket buat Dolar Terjatuh

Antara, Jurnalis · Selasa 11 Mei 2021 08:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 11 278 2408797 ekspektasi-inflasi-meroket-buat-dolar-terjatuh-ehUpj5qzmY.jpg Dolar (Shutterstock)

Dalam beberapa tahun terakhir, ekspektasi inflasi yang meningkat telah membantu dolar karena investor telah mengasumsikan suku bunga akan dinaikkan sebagai respons terhadap harga yang lebih tinggi.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam rivalnya, terakhir di 90,205, naik 0,06 persen pada hari itu, setelah sebelumnya mencapai level terendah sejak 25 Februari.

Pasar pekan ini akan difokuskan pada data harga konsumen AS yang dilaporkan Rabu (12/5/2021) serta penjualan ritel pada Jumat (14/5/2021). Data IHK pada Rabu akan menunjukkan keadaan inflasi hari ini, dan sementara itu mungkin memiliki beberapa efek pada pasar, tingkat impas yang lebih tinggi yang terlihat pada Senin (10/5/2021) mencerminkan taruhan yang lebih luas bahwa inflasi akan naik dalam beberapa tahun mendatang.

“The Fed akan membiarkan inflasi menjadi panas hingga 2023. Saya akan sangat terkejut jika Fed menaikkan suku bunga pada 2022,” kata Kepala Global Strategi Valuta Asing BMO Capital Markets, Greg Anderson.

Pound Inggris adalah pemenang terbesar di antara mata uang G10, naik setinggi 1,416 dolar AS, tertinggi sejak 25 Februari. Terakhir naik 1,02 persen pada 1,413 dolar. Hal ini terjadi meskipun pemimpin Skotlandia mengatakan bahwa referendum kemerdekaan tidak bisa dihindari setelah partainya menang dalam pemilihan umum.

Yang juga diuntungkan adalah dolar Kanada, yang menguat 0,36 persen pada hari itu menjadi 1,209 dolar AS, tertinggi sejak September 2017.

Di pasar mata uang kripto, Ether memperpanjang rekor bulan ini, melonjak ke 4.148,88 dolar AS yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mata uang digital terbesar kedua itu telah menguat 41 persen sejauh bulan Mei dan naik 4,52 persen pada Senin (10/5/2021).

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini