Laba KINO Anjlok 71,51% di Kuartal I-2021

Aditya Pratama, Jurnalis · Selasa 11 Mei 2021 12:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 11 278 2408959 laba-kino-anjlok-71-51-di-kuartal-i-2021-gG47Lzd5ZB.jpg Akuntan (Shutterstock)

JAKARTA - PT Kino Indonesia Tbk (KINO) mencatatkan penurunan laba pada kuartal I-2021. Pada laporan keuangan per 31 Maret 2021, Perseroan mencatatkan laba sebesar Rp16,48 miliar atau turun 71,51 persen dibanding 31 Maret 2020 sebesar Rp57,84 miliar.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp964,26 miliar atau turun 13,36 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,11 triliun dengan laba per saham dasar Rp12.

 Baca juga: Akuisisi Perusahaan India, Kino Perluas Penetrasi Pasar di Asia Selatan

Adapun penjualan Perseroan terdiri atas perawatan tubuh, minuman, makanan, farmasi dan makanan hewan. Perawatan tubuh menjadi kontributor utama penjualan sebesar Rp455,35 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp555,03 miliar, minuman tercatat Rp384,08 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp412,20 miliar.

Kemudian, makanan tercatat Rp115,49 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp105,23 miliar, farmasi tercatat Rp9,36 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp36,13 miliar. Sementara itu, makanan hewan tercatat minus 31,06 juta dari sebelumnya Rp4,43 miliar.

 Baca juga: KINO Akuisisi Saham Kino Food Senilai Rp74,88 Miliar

KINO mencatatkan adanya penurunan beban pokok penjualan di kuartal I-2021 menjadi Rp497,53 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp557,33 miliar, beban penjualan juga menurun menjadi Rp311,92 miliar dari sebelumnya Rp372,38 miliar. Sementara itu, beban bunga naik menjadi Rp42,20 miliar dari sebelumnya Rp24,01 miliar.

Sementara itu, kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat Rp143,13 miliar, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi tercatat Rp143,82 miliar, dan kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat Rp15,22 miliar.

Kino Indonesia mencatatkan liabilitas sebesar Rp2,78 triliun dan ekuitas Rp2,59 triliun. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi Rp5,37 triliun dibanding tahun 2020 sebesar Rp5,25 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini