nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Akuisisi Perusahaan India, Kino Perluas Penetrasi Pasar di Asia Selatan

Rabu 24 Juli 2019 12:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 24 278 2082943 akuisisi-perusahaan-india-kino-perluas-penetrasi-pasar-di-asia-selatan-iCqXjDIEXG.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Genjot pertumbuhan bisnis, PT Kino Indonesia Tbk (KINO) bakal memperluas pasar di Asia Selatan, setelah mengakuisisi Linanda Consumer India Private Limited, perusahaan asal India.

Perseroan melakukan penandatanganan dokumen terkait rangkaian proses pengambilalihan saham Linanda Consumer India Private Limited pada 18 Juli 2019. Demikian dikutip Harian Neraca, Jakarta, Rabu (24/7/2019).

 Baca Juga: KINO Akuisisi Saham Kino Food Senilai Rp74,88 Miliar

Total nilai transaksi dari aksi korporasi itu sebesar INR100.000 atau setara Rp20,19 juta (dengan kurs Rp201,92 per rupee). Transaksi terdiri dari PT Kino Indonesia Tbk. sebesar INR10.000 dan Kino International Pte Ltd sebesar INR90.000.

Kino International merupakan entitas anak dari Kino Indonesia. Perseroan menggunakan dana dari kas internal untuk aksi korporasi ini.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Kino Indonesia Budi Muljono mengatakan, pengambilalihan saham tersebut secara tidak langsung diharapkan dapat memberikan imbal hasil yang positif terhadap keuangan Grup Kino secara konsolidasian. Pengambilalihan ini merupakan langkah strategis perseroan untuk penetrasi pasar internasional.

”Terutama Asia Selatan karena pasar India dan negara sekitarnya memiliki prospek dan respon yang cukup bagus untuk menerima produk Grup Kino,” ujarnya.

 Baca Juga: Kino Indonesia Sisakan Dana IPO Rp133,1 Miliar

Di kuartal pertama 2019, KINO membukukan pertumbuhan laba sebesar Rp306,13 miliar atau tumbuh tajam 851% dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp32,19 miliar.

Kata Budi Muljono, selain dari pendapatan penjualan, raihan laba tersebut disokong pula oleh selisih nilai investasi dengan nilai wajar aset neto yang diperoleh pada saat anak perusahaan KINO yaitu PT Kino Food Indonesia diakuisisi oleh entitas induk. Dimana nilai keuntungan tersebut mencapai Rp264,21 miliar.

Sedangkan di satu sisi, pendapatan perusahaan tumbuh sebesar 20,19% atau sebesar Rp1 triliun pada tahun ini. Sedangkan pada kuartal I tahun lalu, pendapatan yang dicatatkan oleh perusahaan sebesar Rp832, 49 miliar.

“Perolehan pendapatan serta laba sudah memenuhi sekitar 20% dari total target tahun ini. Maka dengan pencapaian tersebut, kita memperkirakan hingga semester 1 nanti, perusahaan dapat memperoleh pertumbuhan laba dan pendapatan 20% lebih tinggi dibanding pada semester I tahun lalu,” ungkapnya.

Perseroan juga memproyeksikan akan mendapatkan pendapatan sebesar Rp 2,04 triliun pada semester I tahun ini. Sedangkan laba yang coba diraih sebesar Rp 86,04 miliar pada akhir semester I nanti. Budi sendiri optimistis mengenai target pertumbuhan pendapatan dan laba tersebut.

Menurutnya, produk-produk KINO masih memiliki upside yang tinggi. Hal itu sudah dibuktikan dengan kinerja KINO sepanjang tahun lalu. “Industri FMCG hampir tidak tumbuh tapi KINO masih mampu mencatatkan pertumbuhan dua digit,” jelas Budi.

Untuk itu KINO bakalan mengandalkan produk-produk personal care sebagai andalan kinerja mereka tahun ini. Selain di kuartal pertama tahun ini, perseroan juga telah menyerap sebanyak 30% dari total belanja modal perusahaan.

Sebelumnya, perusahaan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp300 miliar dan sumber pendanaan dari kas internal serta sisa dana initial public offering (IPO).

1
2

Berita Terkait

Kino Indonesia

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini