Bisnis Budidaya Ikan Nila, Polisi Raup Rp70 Juta

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Jum'at 14 Mei 2021 05:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 13 455 2409895 bisnis-budidaya-ikan-nila-polisi-raup-rp70-juta-XAUgHKgEqP.png Panen Ikan Nila. (Foto: Okezone.com/KR Jogja)

JAKARTA - Seorang polisi bernama Dede Adi Pramugita atau Aipda Dede mengisi waktu senggang selepas dinas dengan memelihara panen ikan nila. Alhasil, dari hobi tersebut dia mampu meraup omzet bersih Rp70 juta tiap kali panen.

"Saya ini kan paling tidak bisa kalau berdiam diri di rumah, apalagi saat sedang lepas dinas. Kemudian tahun 2019, saya iseng mencoba bertani nila. Awalnya hanya satu kolam, ternyata hasilnya lumayan, sehingga saya kembangkan dan kini ada tujuh kolam,” ungkap Dede ditemui di kolamnya di Dusun Sebrang Wetan, Wukirsari, Cangkringan, Sleman, dikutip dari KRJogja.

Ikan nila menjadi pilihannya, karena gampang dipelihara. Selain itu, nila juga jarang terserang penyakit dan permintaan pasar yang tinggi. Dede mengakui pernah mengalami titik terendah dari usahanya itu, yakni penjualan nila mengalami penurunan pada awal-awal pandemi. Namun sejak awal tahun 2021, permintaan nila kembali normal bahkan ia mengaku kewalahan melayani permintaan dari ‘bakul’ ikan.

“Saya lakukan usaha ini semua di luar jam dinas, sehingga tidak mengganggu tugas pokok sebagai seorang anggota polisi,” pungkasnya.

Dari ketujuh kolam yang dia miliki, Dede mengakui sebagian besar merupakan tanah yang ia sewa dari desa. Satu kolam ikan, rata-rata berukuran 600 hingga 900 meter persegi. Dari sekitar 4 kuintal bibit yang ia tabur tiap satu kolam, ia mampu panen nila sebanyak 2,9 ton. Nila sudah siap panen saat usia 3 bulan 10 hari sejak bibit dimasukkan ke dalam kolam.

Baca selengkapnya: Kisah Polisi Raup Ratusan Juta dari Budidaya Ikan Nila

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini