Sudah Ada 2.205 Pengaduan Pelanggaran THR, Ini Rinciannya

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Minggu 16 Mei 2021 05:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 15 320 2410476 sudah-ada-2-205-pengaduan-pelanggaran-thr-ini-rinciannya-Lqkm5TCh8Y.jpeg Gaji (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Para pekerja/buruh yang memiliki permasalahan terkait pembayaran THR, dapat melaporkan ke Posko THR yang telah dibentuk pemerintah di tingkat pusat maupun daerah dan tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mencatat, data dari laporan Posko THR sejak 20 April hingga 12 Mei 2021, ada 2.897 laporan. Laporan ini terdiri dari 692 konsultasi THR, dan 2.205 pengaduan THR.

Adapun yang dikonsultasikan terkait THR bagi pekerja yang mengundurkan diri, THR bagi pekerja yang selesai kontrak kerjanya, THR bagi pekerja yang dirumahkan, THR bagi pekerja yang upahnya disesuaikan pada masa pandemi, dan THR bagi pekerja berstatus hubungan kemitraan seperti ojek dan taksi online.

Sedangkan beberapa topik pengaduan yang masuk ke Posko THR 2021 yakni THR dibayar dicicil oleh perusahaan, THR dibayarkan 50 persen (50-20 persen), THR dibayar tidak penuh karena ada pemotongan gaji, THR tidak dibayarkan 1 bulan gaji atau THR tidak dibayar karena COVID-19.

Menurut Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi, ada berbagai kategori sektor usaha yang masuk dalam laporan posko THR 2021. Misalnya adalah ritel, jasa keuangan dan perbankan, konstruksi, manufaktur, migas, alat kesehatan, hingga industri makanan dan minuman.

Baca selengkapnya: 11 Fakta THR Buruh yang Tak Cair, Posko Kemnaker Ungkap Berbagai Aduan

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini