Merger Gojek dan Tokopedia Diproyeksikan Sumbang 2% Total PDB Indonesia

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Selasa 18 Mei 2021 06:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 320 2411351 merger-gojek-dan-tokopedia-diproyeksikan-sumbang-2-total-pdb-indonesia-miVDknrrN7.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Freepik)

JAKARTA - Gojek dan Tokopedia resmi merger dengan nama perusahaan GoTo. CEO GoTo Andre Soelistyo mengatakan, dengan dibentuknya Grup GoTo serta menandai fase pertumbuhan selanjutnya bagi Gojek, Tokopedia dan GoTo Financial.

"Mitra driver Gojek akan memiliki peluang pendapatan yang lebih besar antara lain dengan mengirimkan lebih banyak pesanan dari pengguna Tokopedia, sementara penjual dan mitra merchant dari berbagai skala bisnis akan mendapatkan berbagai manfaat dan kesempatan untuk meningkatkan usahanya," kata Andre dalam keterangan tertulis, Senin (17/5/2021).

Sementara itu, Presiden GoTo, Patrick Cao menuturkan, model bisnis Grup GoTo menjadi semakin beragam, stabil dan berkelanjutan. GoTo mengombinasikan transaksi platform Gojek yang memiliki volume dan frekuensi yang tinggi, dengan platform e-commerce Tokopedia yang memiliki frekuensi medium, namun dengan nilai transaksi tinggi.

"Kedepannya, Grup GoTo akan berkontribusi lebih dari 2 persen kepada total PDB Indonesia dan akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja serta peluang penghasilan seiring dengan berkembangnya bisnis kami dan bertumbuhnya ekonomi. Kami sangat bersemangat untuk memulai babak berikutnya dari sejarah bisnis kami dan akan terus berinovasi untuk mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif di setiap sektor yang tersentuh teknologi kami," ucapnya.

Andre Soelistyo akan memimpin GoTo sebagai CEO Group, dengan Patrick Cao dari Tokopedia sebagai Presiden GoTo. Sedangkan, Kevin Aluwi akan tetap menjabat sebagai CEO Gojek dan William Tanuwijaya akan tetap menjadi CEO Tokopedia.

Baca selengkapnya: Gojek dan Tokopedia Merger, Bos GoTo Sebut Pendapatan Driver Bakal Lebih Besar

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini