Menko Luhut ke Jokowi: Lapor Pak, BPKP Audit Kementerian

Ferdi Rantung, Jurnalis · Kamis 20 Mei 2021 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 20 320 2412865 menko-luhut-ke-jokowi-lapor-pak-bpkp-audit-kementerian-cZqQhpItLs.jpg Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ingin Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan audit setiap kementerian/lembaga. Tujuannya, mengetahui kementerian/lembaga mana saja yang menggunakan produk dalam negeri.

"Saya lapor ke Bapak Presiden perlu diaudit oleh BPKP setiap kementerian/lembaga berapa banyak yang menggunakan dalam negeri," kata Luhut dalam Acara Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia #FestivalJoglosemar: Artisan of Java, Kamis (20/5/2021).

Baca Juga: Rayakan Idul Fitri, Menkop Ajak di Rumah Aja sambil Beli Produk UMKM

Dia mengungkapkan, bahwa masih banyak kementerian/lembaga yang menggunakan produk impor. Padahal dengan membeli atau menggunakan produk dalam negeri bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

"Kita bisa menggunakan produk yang dibuat oleh anak bangsa. Ini akan menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan teknologi tapi banyak teman teman yang belum melakukan hal ini," ungkapnya

Baca Juga: Bangga Buatan Indonesia, Sandiaga Uno: Kirim Hampers dengan Produk Lokal

Dia menjelaskan, jika setiap kementerian/lembaga menggunakan produk dalam negeri, itu sama saja dengan berinvestasi kepada karya anak bangsa. Investasi yang dilakukan itu bisa sekitar USD 22 miliar

"Kalau kita lakukan dengan baik, maka ada sekitar USD22 miliar. Saya pakai dollar karena betapa susahnya kita cari investasi USD1 miliar dari luar. tapi dari APBN kita, bisa kita pakai USD22 miliar untuk diinvestasikan di dalam negeri, untuk membangun produk - produk dalam negeri dan untuk kemajuan anak dalam negeri ke depannya," ujarnya.

Dia menambahkan, jika hal itu dilakukan dalam lima tahun, maka investasi itu setara dengan USD100 miliar lebih. Angka itu, kata Luhut, sangat sulit dicari dari investor dalam negeri.

"Dalam lima tahun USD100 miliar lebih, anda boleh cek bagaimana susahnya mendapatkan investasi USD100 miliar dalam lima tahun. Tetapi kita didepan mata kita sendiri ada. jadi kita harus efisiensi dan kerja secara integrasi. Saya titip kepada K/L dengan kongkrit membeli dalam negeri." tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini