Share

244 Klinik dan 298 RS Disiapkan Layani Vaksinasi Gotong Royong

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 20 Mei 2021 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 20 320 2413028 244-klinik-dan-298-rs-disiapkan-layani-vaksinasi-gotong-royong-mNhUY5GiO8.jpg Vaksin Gotong Royong Dilaksanakan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) dan perusahaan distributor disiapkan untuk mendukung program vaksinasi gotong royong. Untuk penyediaan faskes menjadi tanggung jawab BUMN dan perusahaan swasta.

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), Honesti Basyir menyebut, ada 352 klinik Bio Farma yang layak untuk digunakan sebagai tempat vaksinasi mandiri.

Baca Juga: Kimia Farma Fasilitasi Vaksinasi Gotong Royong Grup Astra

Sementara, tercatat 244 klinik dan 298 rumah sakit (RS) yang sedang dilakukan proses verifikasinya. Proses verifikasi terkait dengan validasi sistem kelayakan atau syarat vaksinasi yang ditetapkan pemerintah

"Akan terlibat fasilitas kesehatan, ini akan terlibat faskes swasta dan faskese BUMN. Kemudian Kemenkes akan mengeluarkan ketetapan harga juga juknis dari pelaksanaan vaksinasi gotong royong tersebut," ujar Honesti saat Raker bersama Komisi IX DPR, Kamis (20/5/2021).

Baca Juga: Ikut Vaksinasi Gotong Royong, Pengusaha Dilarang Potong Gaji dan THR Karyawan

Ihwal perusahaan distributor, Induk Holding BUMN Farmasi itu, sudah menggandeng 72 perusahaan. Perusahaan distributor tersebut terdiri dari swasta dan BUMN.

Ke-72 perusahaan itu dinilai telah memenuhi prinsip cara distribusi obat yang baik (CDOB) untuk menjamin dan memastikan distribusi vaksin sesuai dengan persyaratan dan tujuan penggunaannya.

"Kita sudah melakukan kerjasama sama dengan mitra distributor yang ada di semua provinsi, total yang terlibat ada 72 mitra atau perusahaan distributor yang sudah memenuhi persyaratan," katanyam

Dalam implementasinya, proses distribusi harus berbasis IT atau digital. Langkah ini sudah dilakukan Bio Farma pada pengiriman vaksin ke daerah saat vaksinasi pemerintah sebelumnya. Dimana, Sistem digunakan untuk memonitor agar vaksin dalam kondisi aman.

"Dan nanti diintegrasikan pada program satu data pemerintah untuk kelengkapan administrasi setiap orang yang sudah mendapatkan vaksinasi," tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini