8 Fakta Vaksinasi Gotong Royong Pengusaha Dilarang Potong Gaji Karyawan

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 23 Mei 2021 05:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 22 320 2413929 8-fakta-vaksinasi-gotong-royong-pengusaha-dilarang-potong-gaji-karyawan-cPRqRvCndl.jpg Vaksinasi Gotong Royong. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah bersama kalangan pengusaha swasta menggalang vaksinasi untuk para karyawan. Program tersebut bernama vaksinasi gotong royong.

Terkait hal itu, Okezone telah merangkum beberapa fakta menarik, Minggu (23/5/2021).

1. Harga Vaksinasi Gotong Royong Dipatok Rp1 Juta dan Ditanggung Perusahaan

Penetapan harga vaksinasi gotong royong dipatok di kisaran Rp 1.000.000 per orang. Tarif tersebut ditanggung perusahaan swasta.

Setiap karyawan akan mendapatkan dua kali suntikan dosis vaksin Covid-19. Setiap satu kali suntikan dibebankan sebesar Rp500.000. Jumlah itu terbagi atas Rp375.000 satu dosis vaksin dan satu kali penyuntikan senilai Rp125.000.

2. Perusahaan Tidak Boleh Potong Gaji dan THR Karyawan

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) memastikan bahwa perusahaan yang mendapat vaksinasi gotong royong tidak melakukan pemotongan gaji karyawan. Hal ini sering menjadi kekhawatiran pekerja karena vaksinasi gotong royong dihargai hingga Rp1 juta.

Baca Juga: Jokowi: Indonesia Siap Jadi Hub Produksi Vaksin Covid-19 di Asia Tenggara

"Jadi perusahaan yang membeli dan diberikan secara gratis dan tanpa komersialisasi. Jadi enggak boleh nih nanti pengusaha potong gaji atau potong THR untuk bayar vaksinasinya, enggak boleh dan saya pastikan Insya Allah itu berjalan dengan baik," ujar Ketua Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, Rabu (19/5/2021).

3. Perusahaan Tak Wajib Ikut Vaksinasi Gotong Royong

Kadin mengingatkan bahwa tidak ada pemaksaan kepada perusahaan dan badan usaha untuk berpartisipasi dalam vaksinasi berbayar tersebut. Artinya, vaksinasi gotong royong hanya bersifat opsional.

4. Kadin Imbau Perusahaan Tetap Jalani Vaksinasi Gotong Royong

Meski begitu, Rosan menginginkan agar perusahaan tetap mengambil opsi vaksin berbayar. Alasannya, untuk membantu pemerintah untuk menekan biaya vaksin dan mempercepat membentuk kekebalan tubuh warga Indonesia.

Baca Juga: 244 Klinik dan 298 RS Disiapkan Layani Vaksinasi Gotong Royong

"Kalau mau ikut gratis silahkan kalau ringankan beban pemerintah silakan karena vaksin nga hanya sekali, bisa tiap tahun vaksin, kita selam dunia usaha punya kemampuan, masa semua beban ke pemerintah dengan (anggaran) Rp 77 triliun," tutur dia.

5. Pengusaha UMKM Ogah Ikut Vaksinasi Gotong Royong

Terkait harga vaksin, sejumlah pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) hingga industri hotel dan restoran menilai tarif vaksinasi mandiri terlalu mahal. Bahkan, tidak semua pengusaha bisa berpartisipasi dalam skema pembiayaan tersebut.

6. Tolak Vaksinasi Berbayar, KSPI Minta Vaksin Buruh Gratis

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan KSPI siap mengikuti program vaksinisasi tersebut. Tetapi KSPI mempermasalahkan pemberian vaksin yang dilakukan secara berbayar. Jika ini dilanjutkan, patut diduga akan terjadi komersialiasi yang hanya akan menguntungkan pihak-pihak tertentu.

“Setiap transaksi jual beli dalam proses ekonomi berpotensi menyebabkan terjadinya komersialisasi oleh produsen yang memproduksi vaksin dan pemerintah sebagai pembuat regulasi, terhadap konsumen dalam hal ini rakyat termasuk buruh yang menerima vaksin,” ujar Said Iqbal di Jakarta, Jumat (21/5/2021).

7. Harga Vaksin Gotong Royong Dinilai Mahal, Stafsus Erick Thohir: Kita Termurah Nomor 2 di Dunia

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menyebut, harga vaksinasi yang dipatok pemerintah lebih murah jika dibandingkan dengan harga yang ditetapkan negara lain di dunia. Bahkan, Indonesia menduduki urutan kedua negara dengan tarif vaksinasi termurah di dunia.

"Kalau dibilang mahal kenapa? Vaksin kita ini, Sinopharm ini nomor 2 termurah dibandingkan negara-negara lain. Harga di China satu dosis Sinopharm itu 30 dolar AS. Kita nomor dua termurah dibandingkan negara negara lain," ujar Arya dalam Webinar, Jumat (21/5/2021).

8. Percepat Vaksinasi Gotong Royong, China Kirim 1 Juta Vaksin Sinopharm pada Juni

PT Bio Farma (Persero) menyebut supply vaksin Covid-19 dari produsen Sinopharm, China, sebesar 1 juta dosis akan tiba di Indonesia pada Juni 2021. Vaksin ini akan digunakan dalam program vaksinasi gotong royong atau mandiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini