11 Fakta Pencairan Bansos Tunai Dirapel Jadi Rp600.000

Hafid Fuad, Jurnalis · Minggu 23 Mei 2021 06:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 22 320 2413943 11-fakta-pencairan-banos-tunai-dirapel-jadi-rp600-000-OS7wE98pjH.jpg Bansos Tunai. (Foto: Okezone.com)

9. Tahapan Pencairan Dana Bantuan Rp300.000

Bila ingin mencairkannya, KPM dapat mendatangi kantor pos terdekat setelah menerima surat pemberitahuan pencairan BST. Kantor Pos yang menetapkan jadwal pencairan. Ini demi menghindari terjadinya kerumunan. Karena itu KPM diminta hadir sesuai dengan waktu yang ditetapkan.

Pencairannya tidak boleh diwakilkan, oleh karena itu KPM wajib membawa surat undangan dan KTP atau KK. Namun bagi KPM yang sedang sakit, lansia, dan disabilitas, petugas kantor pos akan mengantar langsung dana BST ke tempat penerima.

10. Bansos Tunai Telah Cair Rp11,81 Triliun

Menurut data, hingga 11 Mei 2021, penyaluran Bansos Tunai (BST) mencapai Rp11,81 triliun untuk 10,23 juta KPM. Angka ini setara 98,39% dari pagu anggaran bansos tunai mencapai Rp12 triliun.

Dikutip dari akun Instagram @ditjenperbendaharaan, Rabu (19/5/2021), realisasi belanja PC-PEN Cluster Perlindungan Sosial sampai dengan 11 Mei 2021 Rp56,79 triliun, 37,79% dari alokasi Realisasi klaster perlindungan sosial.

11. Bansos Tunai Masih Kurang, Ini Bantuan Lain yang Harus Juga Diperpanjang

Pengamat ekonomi INDEF Nailul Huda menilai bantuan UMKM juga harus diperpanjang. Karena UMKM tetap memegang peranan penting bagi perekonomian. Setidaknya mereka bisa bertahan di tengah pandemi sudah bagus. "Selanjutnya bantuan subsidi listrik untuk RT kurang mampu dan pelaku UMKM penting untuk pemulihan ekonomi nasional," ujar Huda saat dihubungi Okezone di Jakarta (19/5/2021) lalu.

Sementara pengamat ekonomi Bhima Yudhistira menambahkan bantuan yang perlu didorong untuk menggerakkan konsumsi adalah PPN 10% ditanggung pemerintah. Khususnya barang ritel selama 3-5 bulan. Kemudian bantuan subsidi internet gratis kepada UMKM. Juga subsidi ongkir tepat sasaran mendorong penjualan produk lokal. (fbn)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini