Punya Potensi Matahari, RI Bangun Pasar Menarik Bagi Investor

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Sabtu 22 Mei 2021 15:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 22 320 2414000 punya-potensi-matahari-ri-bangun-pasar-menarik-bagi-investor-rJFEYCEHkK.jpg Potensi Investasi PLTS di Indonesia. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Investasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke depannya terus mengalami kenaikan. Hal ini karena tidak lepas dari terus menurunnya biaya investasi secara signifikan. Dalam satu dekade, penurunan biaya investasi PLTS sudah mencapai 80%.

"Bahkan, penawaran terendah pengembangan PLTS di Saudi Arabia oleh ACWA Power 1,04 sen dolar per kWh," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/5/2021).

Baca Juga: Mantap! PLTS Atap Terbesar Asean Ada di Cikarang

Arifin menuturkan, penurunan investasi PLTS juga dirasakan di Indonesia, di mana harga jual dari PLTS terapung Cirata berkapasitas 145 MW 5,8 sen dolar per kWh.

Berdasarkan market sounding oleh PLN, penawaran harga listrik PLTS terapung di beberapa lokasi antara 3,68-3,88 sen dolar per kWh.

Baca Juga: RI Cari Investor Perbanyak PLTS Atap

"Sebagaimana diketahui, potensi energi surya Indonesia sebesar 207,8 Giga Watt (GW) dan baru termanfaatkan sebesar 154 Mega Watt (MW). Menjadi mimpi pemerintah Indonesia membangun pasar yang menarik bagi investor terutama di sektor hulu," ungkapnya.

PLTS sendiri sekarang menjadi primadona sebagai sumber energi di dunia. Berdasarkan data IRENA tahun 2020, China menjadi negara terbesar di dunia dalam memanfaatkan energi surya dengan kapasitas terpasang sebesar 263 GW pada tahun 2019.

"Ini diikuti oleh Amerika Serikat dan Jepang dengan masing-masing kapasitas terpasang 62 GW dan 61 GW," jelas Arifin. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini