Share

Misterius! Gaji PNS dan Iuran Pensiun Dibayar tapi Orangnya Tidak Ada

Dita Angga R, Sindonews · Senin 24 Mei 2021 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 24 320 2414605 misterius-gaji-pns-dan-iuran-pensiun-dibayar-tapi-orangnya-tidak-ada-y1vqvm1Hkh.jpg PNS Diminta Segera Upate Data Terbaru. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat sejak Indonesia merdeka, data PNS baru di-update atau dimutakhirkan sebanyak dua kali. Update pertama dilakukan pada 2002.

“Itu dilakukan melalui pendataan ulang pegawai negeri sipil (PUPNS) dengan sistem yang masih manual. Diperlukan waktu yang lama dan biaya yang sangat besar untuk melakukan PUPNS yang pertama tahun 2002,” kata Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana Senin (24/5/2021).

Dia mengatakan, dengan proses sedemikian lama data PNS pun banyak yang ditemukan palsu.

Baca Juga: PNS hingga PPPK Wajib Update Data Pribadi Mulai Juli

“Proses yang lama itu tidak menghasilkan data yang sempurna. Masih banyak yang perlu dimutakhirkan, dilengkapi. Bahkan masih banyak data yang palsu,” ujarnya.

Kemudian, update data PNS kedua dilakukan pada 2014. Di mana pendataan dilakukan secara elektornik dan dilakukan oleh masing-masing PNS sendiri bukan dilakukan oleh biro kepegawaian, Biro SDM, BKD, BKPP, BKPSDM.

Baca Juga: Peserta CPNS 2021 Positif Covid-19 Masih Bisa Ikut Seleksi, Ini Syaratnya

“Hasilnya apa? Hasilnya ternyata hampir 100 ribu tepatnya 97 data itu misterius. Dibayarkan gajinya, membayar iuran pensiun tapi tidak ada orangnya. Dengan data itu, data base PNS kita menjadi lebih akurat. Walaupun masih juga yang belum mendaftar pada saat itu,” tuturnya.

Bima mengatakan bahwa pada Juli mendatang akan kembali dilakukan pendataan ulang PNS. Dia mengatakan bahwa pemutakhiran ini bisa dilakukan oleh masing-masing ASN.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

“Jadi pemutakhiran data mandiri ini anda bisa melihat data anda, anda bisa memperbaikinya, bahkan bisa memutakhirkannya setiap waktu terjadi perubahan data. Jadi tidak perlu menunggu,“ ujarnya.

Seperti data-data yang harus diperbaharui mencakup data personal, riwayat jabatan, riwayat pendidikan dan diklat/kursus, riwayat SKP, riwayat penghargaan (tanda jasa), riwayat pangkat dan golongan ruang. Lalu riwayat keluarga, riwayat peninjauan masa kerja (PMK), riwayat pindah instansi, riwayat CLTN, riwayat CPNS/PNS, dan riwayat organisasi. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini