Inflasi AS Tinggi, Sri Mulyani Waswas

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 25 Mei 2021 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 320 2415102 inflasi-as-tinggi-sri-mulyani-waswas-Uj2Yk6oi00.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah terus mencermati perkembangan ekonomi global dalam memulihkan ekonomi Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan inflasi Amerika Serikat yang tinggi akan meningkatkan kewaspadaan pada sektor keuangan.

"Inflasi di AS tadi saya sebutkan 4,2% itu adalah sauatu angka yang tinggi menimbulkan kewasapadaan yang tinggi atau was was di sektor keuangan," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (25/5/2021).

Baca Juga: Izin ke DPR, Sri Mulyani Ingin Pengemplang Pajak Tak Dipidanakan

Selanjutnya, yield AS mulai mereda karena tingkat inflasi yang naik. Aliran modal masuk ke negara berkembang mulai bergeliat dan gejolak mereda.

Baca Juga: Skema Kenaikan PPN, Begini Pengakuan Sri Mulyani

"Tekanan yield yang terjadi di AS akibat inflasi yang melonjak tinggi itu mulai mreda pada April. Inflow dari capital ke negara-negara emerging terjadi lagi di kuartal II dan volatilitas menunjukkan pemulihan, volatilitas menurun dan stabiltias terjadi," lanjutnya.

Dia menambahkan perkembangan yield US Treasury 10 tahun terjadi lonjakan yang cukup dramatis, tadinya pada Januari 1,06% untuk 10 tahun, maka pada bulan Maret sudah melonjak 1,6% atau di bulan april 1,62%.

"Ini suatu kenaikan lebih 60% hanya kurang dari dua bulan ini akibat tadi tekanan inflasi yang tinggi," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini