Daftar 100 Peritel di Asia, dari Alibaba hingga Tokopedia

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 27 Mei 2021 16:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 320 2416274 daftar-100-peritel-di-asia-dari-alibaba-hingga-tokopedia-Em7JEX06lr.jpg E-Commerce (Foto: Reuters)

JAKARTA - Perusahaan riset pasar yang berbasis di London, Euromonitor International merilis daftar 100 Retailers di Asia tahun 2021. Daftar Top 100 Peretail di Asia Pasifik berdasarkan pangsa pasar dan nilai pasar dalam laporan ini, mencatat peringkat satu hingga tiga ditempati oleh Alibaba Group Holding Ltd (USD367,060 juta), JD.com Inc (USD261,231 juta) dan AEON Group (USD79,987 juta).

Dalam laporannya menyebutkan bahwa Perusahaan teknologi buatan Indonesia, Tokopedia masuk sebagai peringkat 26 (USD11,683 juta), mengungguli Apple Inc di peringkat 27 (USD11,278 juta), dan Sea Ltd sebagai induk perusahaan Shopee di peringkat 31 (USD10,367 juta).

Baca Juga: Ngeri! Ini Dampak Gerai Ritel Modern Tutup, PHK Massal di Depan Mata

Di pasar Asia Tenggara, Tokopedia (USD11,683 juta) menembus peringkat pertama, melampaui Seven & I Holdings Co Ltd (USD11,532 juta) dan Sea Ltd (USD8,739 juta), pemilik merek Shopee.

"Platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee dan Lazada memainkan peran besar dalam digitalisasi brand-brand yang tadinya hanya bergerak di ranah offline," demikian keterangan dalam laporan ini, Kamis (27/5/2021).

Baca Juga: Seluruh Gerai Giant Ditutup, Aprindo Berduka: Kondisi Ritel Modern Sangat Rawan

Secara keseluruhan, nilai retail Asia Tenggara diperkirakan mampu mencatat pertumbuhan sebesar 6,7% selama lima tahun ke depan (2021-2025).

Sementara untuk di Indonesia, peringkat 1-5 secara berurutan ditempati Tokopedia, Sea Ltd (Shopee), Salim Group, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk dan Bukalapak.

Pada awal bulan Mei lalu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kementerian Perdagangan baru saja menetapkan 5 Mei 2021 sebagai Hari Bangga Buatan Indonesia.

Kedua Kementerian tersebut bersama Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menandatangani nota kesepahaman untuk mendukung platform dagang elektronik di Indonesia.

Hari Bangga Buatan Indonesia 2021 mengusung tema “Semakin Bangga Buatan Indonesia” mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menumbuhkan kebanggaan menggunakan produk-produk buatan lokal.

Selain mendorong perekonomian nasional, diharapkan juga akan mendukung percepatan transformasi digital nasional, yaitu penggunaan platform dagang elektronik untuk memfasilitasi pelaku usaha lokal akan mendorong kemandirian dan kedaulatan digital.

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengatakan, kecintaan dan kebanggan tersebut perlu diwujudkan dalam sebuah tindakan nyata dan bentuk yang paling sederhana dari wujud kecintaan terhadap Indonesia adalah dengan membeli dan menggunakan produk-produk dalam negeri sehingga membantu menggerakan perekonomian nasional.

Kedua Kementerian tersebut bersama Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menandatangani nota kesepahaman untuk mendukung platform dagang elektronik di Indonesia.

Hari Bangga Buatan Indonesia 2021 mengusung tema “Semakin Bangga Buatan Indonesia” mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menumbuhkan kebanggaan menggunakan produk-produk buatan lokal.

Selain mendorong perekonomian nasional, diharapkan juga akan mendukung percepatan transformasi digital nasional, yaitu penggunaan platform dagang elektronik untuk memfasilitasi pelaku usaha lokal akan mendorong kemandirian dan kedaulatan digital.
Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengatakan, kecintaan dan kebanggan tersebut perlu diwujudkan dalam sebuah tindakan nyata dan bentuk yang paling sederhana dari wujud kecintaan terhadap Indonesia adalah dengan membeli dan menggunakan produk-produk dalam negeri sehingga membantu menggerakan perekonomian nasional.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini