6 Kesalahan Investasi dan Cara Menghindarinya

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Minggu 30 Mei 2021 18:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 30 622 2417455 6-kesalahan-investasi-dan-cara-menghindarinya-663IYPme2S.jpeg Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Berinvestasi dapat membantu menumbuhkan uang dan menciptakan kekayaan. Tetapi kesalahan investasi yang umum bisa berakhir dengan kerugian investasi dan keuangan secara keseluruhan.

Kunci utamanya, lawan FOMO yang dirasakan ketika melihat semua orang mengikuti tren terbaru dan sebagai gantinya melakukan diversifikasi dan memiliki sedikit dari semuanya.

Ketika baru terjun atau berpikir memulai berinvestasi, berikut adalah ulasan beberapa kesalahan umum dan bagaimana cara menghindarinya sehingga uang bisa diinvestasikan dengan bijak, dikutip dari Real Simple, Minggu (30/5/2021).

Baca Juga: Sektor Saham yang Tumbuh Pesat meski Dilanda Covid-19

1. Tidak berinvestasi sama sekali

Ternyata, tidak berinvestasi sama sekali adalah salah satu kesalahan terbesar yang dapat orang lakukan. "Salah satu kesalahan investasi paling umum yang dilakukan orang adalah mereka menganggap investasi bukan untuk mereka," kata Mary Sullivan, salah satu pendiri Sweet But Fearless.

Jadi mulailah berinvestasi sekarang. Orang juga tidak harus menjadi ahli keuangan untuk mulai berinvestasi. Cari kursus, buku, atau podcast online untuk mempelajari dasar-dasar investasi.

Baca Juga:  Dear Investor! Beli Saham saat IHSG Melemah, Perhatikan Berikut Ini

2. Tidak mengetahui tujuan investasi

Ketidakjelasan tujuan dapat mencegah orang membuat keputusan yang bijaksana atas investasi dan dapat menyebabkan pengambilan keputusan yang lebih impulsif.

Memperjelas 'untuk apa uang itu' dan 'mengapa investasi penting' sangat penting untuk membuat keputusan yang matang. Perjelas tujuan dan nilai saat memulai perjalanan sebagai investor sehingga orang dapat membuat langkah yang akan menghasilkan pertumbuhan, bukan kerugian.

3. Menahan uang tunai terlalu banyak

Sebuah survei tahun 2017 oleh BlackRock menemukan bahwa wanita memegang uang tunai 11 persen lebih banyak daripada pria, dan cenderung lebih konservatif dengan uang mereka.

Eryn Schultz, pendiri platform pendidikan keuangan Her Personal Finance, mengatakan bahwa menyimpan 25 persen uang tunai dapat menghabiskan lebih dari USD100.000 dalam bentuk tabungan pensiun karena nilai tunai menurun seiring waktu karena inflasi. Semakin banyak orang harus berinvestasi, semakin tinggi dampaknya.

4. Mencoba mengatur waktu pasar

Jangan mencoba mengatur waktu pasar. Ini terlihat seperti menunggu saat yang tepat untuk berinvestasi, apakah itu menunggu pasar turun atau tidak terlalu bergejolak.

Sangat tidak mungkin untuk mencoba dan menentukan waktu membeli dan menjual. Investor memiliki peluang lebih tinggi untuk sukses semakin lama dia berinvestasi. Berinvestasi secara konsisten adalah cara terbaik (dan termudah) untuk menyiapkan diri untuk masa pensiun.

5. Tidak memiliki dana darurat

Sisihkan dana darurat jika pasar ambruk. Dana darurat harus memiliki biaya hidup tiga sampai enam bulan, atau lebih tergantung pada gaya hidup, jumlah pendapatan, dan tanggungan dalam rumah tangga.

6. Tidak mengambil peran aktif dalam keuangan

Sebuah studi tahun 2019 oleh perusahaan manajemen kekayaan global UBS menemukan bahwa meskipun wanita sangat menyadari kebutuhan keuangan jangka panjang, hanya 23 persen wanita di seluruh dunia yang memenuhinya. Masalah ini bersifat multi-generasi dan juga berlaku untuk milenial.

Tidak memiliki gambaran lengkap tentang keuangan dapat menyebabkan kecemasan finansial, dan akan menghalangi investor berinvestasi dengan bijak. Periksa keuangan setidaknya sebulan sekali, atau temukan layanan perencanaan keuangan yang dapat membantu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini