APBN Jadi Senjata Lawan Covid-19 hingga Lindungi Orang Miskin, Sri Mulyani: Kita Terus Berikhtiar

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 31 Mei 2021 13:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 320 2417930 apbn-jadi-senjata-lawan-covid-19-hingga-lindungi-orang-miskin-sri-mulyani-kita-terus-berikhtiar-p29f1PSVWI.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/KBUMN)

JAKARTA- Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan ekonomi Indonesia pada 2022 mencapai 5,2-5,8% di 2022. Prediksi ini pun disampaikan dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF), Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022.

"Pada saat yang sama, APBN 2022 harus tetap mendukung kebijakan-kebijakan reformasi struktural yang sangat penting untuk mendukung reformasi bagi pemulihan ekonomi Indonesia yang inklusif, produktif, kompetitif dan berkelanjutan," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (31/5/2021).

Baca Juga: Erick Thohir Pede Vaksinasi Geber Pertumbuhan Ekonomi hingga 6%

Lanjutnya, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) harus terus bekerja keras dan bekerja cepat di dalam melindungi masyarakat Indonesia dari ancaman terhadap kesehatan dan jiwa. Juga sebagai instrumen untuk menjaga dan melindungi masyarakat terutama kelompok miskin dan rentan serta mendukung daya tahan dunia usaha baik UMKM maupun korporasi

"Kita tentu terus berikhtiar dan melakukan segala daya upaya untuk membuat pandemi segera usai," bebernya.

Baca Juga: Ekonomi RI 2021 Diramal Tumbuh 5%

Dia menambahkan, optimisme pemulihan ekonomi muncul ditopang oleh mulai bergairahnya konsumsi masyarakat di tengah pandemi. Hal itu ditujukan oleh indeks keyakinan konsumen yang mencapai poin di atas 100, atau memasuki level optimis.

"Optimisme pemerintah didasarkan pada tren pemulihan ekonomi yang makin kuat dari berbagai leading indicators yang mengalami peningkatan. Misalnya, indeks keyakinan konsumen yang mulai berada di level 100 ke atas. Ini melebihi level sebelum pandemi," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini di kisaran 4%-6%.

Erick mengatakan, prediksi tersebut didasari pada program vaksinasi nasional yang terus digalakan pemerintah. Di mana, hingga Minggu (30/5/2021), jumlah masyarakat yang menjalani vaksinasi kesatu mencapai 16.304.700 orang, dan vaksinasi kedua 10.584.489 orang.

"Kita berharap dengan percepatan vaksinasi ini kita mengharapkan ekonomi tumbuh lagi, prediksi pemerintah kita akan mulai tumbuh lagi seperti di tahun-tahun sebelumnya yaitu 4%-5% di akhir tahun (2021) atau awal tahun depan," ujar Erick.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini