Aspal Buton Digeber untuk Proyek Infrastruktur

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Selasa 01 Juni 2021 18:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 01 320 2418578 aspal-buton-digeber-untuk-proyek-infrastruktur-s58JOcswMP.jpeg Infrastruktur (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya membangkitkan kembali aspal Buton agar bisa berjaya seperti dulu. Dukungan teknologi pemrosesan, logistic, transportasi dan perdagangan pun diperkuat.

“Pada intinya pengguna kan ingin aspal yang berkualitas dan harganya komeptitif. Untuk itu di sektor produksi perlu didukung dengan teknologi yang bagus dan kami di perdagangan mendukung dengan system logistic, pemasaran dan akses pasar yang luas," kata Wamendag Jerry Sambuaga, Selasa (1/6/2021).

Baca Juga: Investasi Proyek Jembatan Batam-Bintan Bengkak Jadi Rp13,6 Triliun, Kenapa?

Aspal Buton sangat terkenal sejak zaman kolonial Belanda hingga nama Buton selalu dikaitkan dengan aspal. Namun pada perkembangannya aspal sintetis lebih banyak digunakan sehingga aspal Buton agak menurun penggunaannya.

Menurut Jerry, perlu kerjasama dengan lembaga-lembaga pemerintahan dan swasta untuk masalah ini. Wamendag juga akanmenjalin sinergi dalam pemasaran aspal Buton.

Baca Juga; Bank Syariah Bisa Berjamaah Biayai Proyek Tol hingga Bandara

“Kita mulai dari yang dekat dulu. Di Kemendes kan ada dana desa. Kita tanya, bisa tidak salah satu penggunaan dana desa adalah untuk pembangunan infrastruktur yang memakai aspal Buton?” ujarnya.

 

Sementara itu, Direktur Promosi dan Investasi Desa Kemendes, Supriyadi menilai bahwa sangat memungkinkan bahwa penggunaan dana desa untuk pembangunan infrastruktur memakai aspal Buton. Bahkan menurutnya jika itu diwujudkan maka dana desa akan lebih bermanfaat bagi masyarakat.

“Dana Desa Kembali ke desa, dan bahkan bisa bermanfaat maksimal untuk pembangunan Daerah,” ujar Supriyadi.

Pasalnya menurutnya, aspal Buton juga merupakan produk Daerah. Dengan memakai aspal Buton untuk pembangunan jalan di desa-desa berarti perputaran dana desa akan Kembali ke daerah. Jadi antar daerah bisa saling support dalam mengoptimalkan penyerapan dana desa tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini