Kalau Bisa Gratis, Kenapa Cek Saldo di ATM Harus Kena Biaya?

Hafid Fuad, Jurnalis · Rabu 02 Juni 2021 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 02 320 2418797 kalau-bisa-gratis-kenapa-cek-saldo-di-atm-harus-kena-biaya-m8gSPwyn1S.jpg ATM Link (Foto: Okezone)

JAKARTA- Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Rizal E Halim mengingatkan kembali persoalan tarif pada ATM Link oleh Himbara harus kembali pada tujuan awal jaringan ATM tersebut diinisiasi. Tujuan tersebut tentu akan bertentangan bila kini bank BUMN menarik biaya dari nasabah.

"Bagi kami soalnya bukan besar tarifnya. Tapi tujuan awal ATM Link dibentuk oleh Menteri BUMN pada 2015 tujuannya untuk efisiensi layanan bank-bank BUMN," ujar Rizal saat dihubungi Okezone di Jakarta (2/6/2021).

Baca Juga: Biaya Cek Saldo dan Tarik Tunai di ATM Link Resmi Ditunda 

Menurutnya, bila dulu terdapat kesepakatan antara Himbara dan Kementerian BUMN saat inisiatif ATM Link dirancang, maka itu harus disosialisasikan kepada seluruh stakeholder.

"BPKN dan KPPU akan melakukan diskusi dengan Himbara pasca pengunduran kebijakan tarif di ATM Link. Tujuannya agar tidak ada pelanggaran regulasi," katanya.

Kemudian dia juga mengatakan Bank Himbara berpotensi melanggar ketentuan hukum bila ini tetap dilakukan 1 Juni.

"Memang tidak ada regulasi yang dilanggar karena belum dilakukan. Tapi potensi pelanggaran itu ada," lanjutnya.

Sebelumnya Ketua Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) Sunarso memastikan tidak ada aturan yang dilanggar terkait penetapan kembali tarif ATM Link.

Sebelum 2018, tutur Sunarso, Bank Himbara sebenarnya sudah mengenakan biaya transaksi di jaringan ATM Link.

"Lalu setelah 2018 untuk tahap penetrasi dan periode promosi itu dibebaskan. Pengenaan kembali biaya cek saldo di ATM Link Himbara itu tidak ada ketentuan apa pun yang dilanggar," ujar Sunarso yang juga Direktur Utama BRI beberapa waktu lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini