Share

Sri Mulyani Obral Janji Insentif Pajak di Tahun Depan

Rina Anggraeni, Sindonews · Rabu 02 Juni 2021 19:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 02 320 2419159 sri-mulyani-obral-janji-insentif-pajak-di-tahun-depan-hwB8qXnsoW.jpg Pajak (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani akan tetap memberikan insentif pajak pada 2022 untuk mendukung pemulihan dunia usaha yang terdampak pandemi Covid-19. Dia mengatakan, beberapa sektor usaha telah menunjukkan pemulihan dari pandemi Covid-19.

Namun masih ada sektor usaha tertentu yang pemulihannya lambat karena sangat tergantung pada pergerakan masyarakat.

Baca Juga: Gali Pajak, Data NIK dan NPWP Bakal 'Dikawinkan'

"Karena dunia usaha kita tidak semua across the board pemulihannya sama. Ada yang bisa pulih cepat, ada yang mungkin akan tertinggal dan lambat, dan ini yang perlu untuk kami perhatikan," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (2/6/2/2021).

Menurutnya, pemerintah akan terus memperhatikan kinerja dunia usaha di tengah pandemi Covid-19 sebelum memberikan insentif pajak. Pasalnya, dampak yang ditimbulkan pandemi serta kemampuan sektor usaha untuk pulih berbeda-beda.

Baca Juga: Tarif PPN Naik Jadi 15% hingga Pajak Orang Super Kaya, Ada Apa dengan Keuangan Negara?

"Sistem pajak harus refleksikan struktur ekonomi dan penggunaan insentif perpajakan secara akuntabel, efisien dan efektif," bebernya.

Sebagai informasi, pemerintah menyiapkan pagu Rp56,7 triliun untuk memberikan berbagai insentif pajak kepada dunia usaha. Angka itu masuk dalam program penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional yang nilainya mencapai Rp699,43 triliun.

Insentif itu meliputi pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP), PPh final UMKM DTP, pembebasan PPh Pasal 22 impor, pembebasan bea masuk, pengurangan angsuran PPh Pasal 25, serta restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) dipercepat.

Selain itu, ada pula insentif untuk mendorong konsumsi kelas menengah seperti insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) pada kendaraan bermotor DTP dan PPN atas rumah DTP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini