Garuda Indonesia Ditargetkan Bisa Restrukturisasi Utang hingga Rp21,4 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 03 Juni 2021 17:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 320 2419686 garuda-indonesia-ditargetkan-bisa-restrukturisasi-utang-hingga-rp21-4-triliun-ZSkINcOca8.jpg Garuda Indonesia. (Foto: Okezone.com/Garuda Indonesia)

JAKARTA - Restrukturisasi menjadi salah satu dari empat opsi yang disiapkan untuk selamatkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Kementerian BUMN pun menargerkan bisa melakukan restrukturisasi utang hingga USD1,5 miliar atau setara Rp21,4 triliun (kurs Rp14.400 per USD).

PT Garuda Indonesia tercatat memiliki utang hingga USD4,5 miliar atau mendekati Rp70 triliun.

"Memang secara PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) diwajibkan dicatatkan sebagai kewajiban," ujar Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo Kamis (3/6/2021).

Baca Juga: Restrukturisasi Gagal, Garuda Indonesia Menuju Bangkrut

Tiko, sapaan akrab Kartika Wirjoatmodjo menyebut, jika EBITDA Garuda tidak sampai USD200-250 juta, maka kondisi keuangan normal maksimum rasionya harus 6 kali. Jadi, sekitar USD250 juta dikali 6 atau USD1,5 miliar. Di atas itu Garuda tidak bisa going concern, karena tidak mampu membayar utang-utangnya.

Pemegang saham mencatat, utang Garuda Indonesia sebelumnya sebesar Rp20 triliun saja, namun membengkak menjadi Rp70 triliun karena sejumlah persoalan masa lalu.

Baca Juga: Kacau! Garuda Indonesia Rugi Rp1,4 Triliun Tiap Bulan

Adapun persoalan masa lalu yang dicatatkan pemegang saham di antaranya biaya sewa pesawat yang melebihi standar atau cost wajar hingga perkara efisiensi.

Kondisi itu kemudian diperparah oleh rute penerbangan Garuda Indonesia yang dinilai tidak menguntungkan. "Rute yang diterbangi banyak yang tidak profitable," tutur dia.

Saat pandemi Covid-19 merebak ke Indonesia dan adanya pembatasan pergerakan masa memberi pukulan bagi kinerja Garuda. Khususnya, okupansi penumpang yang menurun signifikan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini