Share

Realisasi Investasi Sektor Minerba Baru Rp1,38 Triliun

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Senin 07 Juni 2021 17:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 07 320 2421485 realisasi-investasi-sektor-minerba-baru-rp1-38-triliun-zSwFSBeLWR.jpg Tambang (Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi investasi sektor minerba baru mencapai Rp1,38 triliun dari total target tahun 2021 sebesar Rp5,9 triliun.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengatakan, ada beberapa kendala di lapangan sehingga realisasi investasi minerba baru mencapai Rp1,38 triliun.

"Beberapa kendala yang kami hadapi di lapangan antara lain masalah perizinan AMDAL, izin pinjam pakai kawasan hutan, kondisi tata ruang dan kondisi pasar karena belum ada pembeli dan negosiasi kontrak yang belum tuntas," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Senin (7/6/2021).

Baca Juga: Serahkan LHP ke Kementerian ESDM, BPK Soroti Izin Minerba hingga Jargas

Menurut dia, ada juga kendala pembebasan lahan karena lahan tersebut merupakan lahan adat sehingga ada masalah konflik sosial dengan masyarakat. "Ada juga kendala cuaca seperti curah hujan yang tinggi dan tentunya juga pandemi Covid-19," ungkapnya.

Untuk meningkatkan investasi, lanjut Ridwan, pemerintah memberi dukungan kepada badan usaha berupa fasilitas penyusunan informasi peluang investasi berupa memo project potensial, market sounding, harmonisasi regulasi aplikasi OSS dengan integrasi sistem.

Baca Juga: Cadangan Minerba Menipis, Ini Tantangan Mengeruk Tambang Bawah Tanah

"Kami juga mendukung badan usaha dalam hal tata ruang pengelolaan kawasan hutan serta masalah lingkungan," tuturnya.

Dari sisi pendapatan, realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP minerba hingga 31 Mei 2021 telah mencapai Rp22,34 triliun atau 54,5% dari total target tahun 2021 sebesar Rp39,1 triliun.

"Penggunaan aplikasi elektronik e-PNBP yang kami gunakan sangat membantu dan juga membuat tata kelola yang lebih baik," jelas Ridwan.

Adapun progres produksi komoditas mineral seperti feronikel mencapai 568.200 ton dari target 2,107 juta ton. Kemudian nikel pig iron mencapai 302,4 ribu ton dari target 901.000 ton dan emas realisasinya mencapai 8,7 ton dari target 81,9 ton.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini