Bahlil Pusing, Target Investasi Naik tapi Anggaran Diturunkan

Aditya Pratama, Jurnalis · Selasa 08 Juni 2021 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 08 320 2422048 bahlil-pusing-target-investasi-naik-tapi-anggaran-diturunkan-VbvHHbd64M.jpg Menteri Investasi Bahlil (Foto: Setkab)

JAKARTA - Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengajukan usulan penambahan anggaran untuk tahun 2022. Hal ini disebabkan Pagu Indikatif tahun 2022 mengalami penurunan dari Pagu Alokasi tahun 2021.

Dia menjelaskan, Pagu Indikatif tahun 2022 sebesar Rp711,5 miliar atau mengalami penurunan 35 persen dari Pagu Alokasi tahun 2021 sebesar Rp1,08 triliun.

"Anggaran kita Rp930 miliar, itu target yang dikasih oleh Bapak Presiden Rp900 triliun. Tetapi begitu naik Rp1.100-1.200 triliun anggaran kita turun, jadi ini masih badan anggaran kita tinggi, tapi begitu naik kementerian anggaran kita diturunkan," ujar Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR, Selasa (8/6/2021).

Baca Juga: Kerja Keras Bahlil Penuhi Target Investasi Jokowi Rp1.200 Triliun di 2022

Oleh karena itu, Bahlil menyebut bahwa Kementerian Investasi/BKPM mengusulkan adanya penambahan tambahan anggaran untuk tahun 2022 sebesar Rp608,5 miliar.

Baca Juga: Menteri Investasi Ingatkan Masyarakat Jangan Sepelekan Covid-19

"Karena itu, kami mengajukan usulan tambahan sebesar Rp608,5 miliar. Surat ini sudah kami ajukan kepada Menteri Keuangan, kami juga sudah menyampaikan ke Menteri PPN/Kepala Bappenas, kami juga sudah melaporkan secara seksama," kata dia.

Adapun dalam slide paparan Kementerian Investasi/BKPM dihadapan Komisi VI DPR, peruntukan tambahan anggaran untuk mengakomodasi berbagai kegiatan, mulau dari Revitalisasi Proyek Strategis Nasional dalam Perpres Nomor 109 Tahun 2020 termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

Kemudian, upaya peningkatan peringkat Ease Of Doing Business (EoDB) atau Indeks Kemudahan Berbisnis tahun 2022/2023, pembentukan Satgas Investasi, Eksekusi realisasi investasi mangkrak, hingga eksekusi realisasi investasi bagi perusahaan penerima fasilitas penanaman modal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini