Dolar AS Tekan Euro, Bitcoin Anjlok 3%

Rabu 09 Juni 2021 07:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 278 2422253 dolar-as-tekan-euro-bitcoin-anjlok-3-DTzrZCLoz3.png Dolar Naik, Bitcoin Turun. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya di akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Volatilitas pasar mencapai level terendah karena investor menunggu data inflasi yang akan menjadi sinyal terhadap kebijakan Bank Sentral di seluruh dunia.

China, Eropa dan Amerika Serikat akan mengumumkan laju inflasinya pada minggu ini. Kemudian pertemuan Bank Sentral Eropa diikuti oleh pertemuan Federal Reserve AS minggu depan.

Baca Juga: Data Tenaga Kerja AS Naik, Dolar AS Malah Lesu

Pasar mata uang bergerak naik turun di antara harga tertinggi dan terendah berarti sebuah penurunan volatilitas. Indeks Volatilitas Mata Uang Deutsche Bank mencapai level terendah sejak Februari 2020.

“Semua mata uang utama mengalami reaksi yang tidak jelas saat mereka menunggu. Investor juga menunggu angka inflasi untuk melihat bagaimana ekonomi berjalan. Apakah mereka sangat panas dan, jika demikian, apakah itu berarti akan ada reaksi dari bank sentral secara global?” ujar Direktur Pelaksana Berjangka dan Valas TD Ameritrade, JB Mackenzie, dikutip dari Antara, Rabu (9/6/2021).

Baca Juga: Indeks Dolar AS Tergelincir imbas Penurunan Bunga Obligasi

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya naik 0,14% pada 90,0731. Sementara euro turun 0,09% terhadap greenback menjadi USD1,2179.

Pound Inggris melemah 0,15% menjadi USD1,4155 dan dolar Australia merosot 0,21% menjadi USD0,7739, dengan keduanya terjebak dalam kisaran yang terlihat selama beberapa bulan terakhir.

Mata uang kripto lebih fluktuatif pada Selasa (8/6/2021), dengan Bitcoin terakhir turun 3,0% pada USD32.544 setelah mencapai terendah sesi di USD31.025, juga level terendah sejak 19 Mei. Ether turun 7,0% pada USD2.464,47.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini