Data Tenaga Kerja AS Naik, Dolar AS Malah Lesu

Sabtu 05 Juni 2021 08:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 05 278 2420513 data-tenaga-kerja-as-naik-dolar-as-malah-lesu-ojBqgOc5uQ.jpg Dolar AS Melemah (Foto: Okezone.com)

NEW YORK - Dolar AS melemah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah data penggajian (payrolls) nonpertanian AS menunjukkan perekrutan yang meningkat pada Mei. Hal ini pun meredam ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan memperketat kebijakan moneter lebih cepat dari yang diperkirakan.

Data penggajian nonpertanian AS meningkat 559.000 pekerjaan pada Mei. Namun jumlahnya di bawah perkiraan sebanyak 650.000 pekerjaan.

"Angka penggajian ini sedikit mengecewakan. Laporan yang lebih lemah dari perkiraan berarti tidak ada urgensi bagi The Fed untuk mulai mengurangi pembelian obligasi bulanan sebesar USD120 miliar untuk mendukung perekonomian," ujar Analis Pasar Senior OANDA Edward Moya, dikutip dari Antara, Sabtu (5/6/2021).

Baca Juga: Indeks Dolar AS Tekan Yen, tapi Lesu terhadap Poundsterling

"Kabar buruk tentang ekonomi adalah kabar baik bagi Fed yang sangat akomodatif, yang akan menahan dolar," sambungnya Moya.

Sementara itu, Ekonom National Bank of Canada Jocelyn Paquet menilai, meskipun terjadi kenaikan pada Mei, penggajian nonpertanian tetap 5,0% atau 7,6 juta pekerjaan, di bawah tingkat sebelum krisis.

"Oleh karena itu, masih ada jalan panjang untuk menuju pasar tenaga kerja," katanya.

Baca Juga: Indeks Dolar Menguat berkat Data Tenaga Kerja AS

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya turun 0,38% pada 90,135 atau turun dari level tertinggi tiga minggu.

Euro menguat 0,31% menjadi USD1,21650. Dolar Australia, yang telah turun ke level terendah sejak April pada Kamis (3/6/2021), melonjak 1,08% menjadi USD0,7743, sedangkan dolar Selandia Baru naik 0,97% pada USD0,72115.

Sementara itu, yen Jepang turun 0,71% berpindah tangan pada 109,505 versus dolar. Yuan China melemah melewati level 6,40, setelah merosot dari level tertinggi tiga tahun ketika bank sentral China bergerak untuk membatasi kenaikan mata uangnya awal pekan ini.

Mata uang kripto jatuh setelah tweet dari Bos Tesla Elon Musk muncul menyesali perceraiannya dengan Bitcoin. Posisi besar Tesla dalam Bitcoin dan pengikut pribadi Musk yang besar sering membuat pasar kripto gelisah setiap kali dia men-tweet.

Bitcoin turun 5,3% pada USD37.155,27, sementara Ether jatuh 4,2% pada USD2.697,43.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini