Utang Rp500 Triliun, Aset PLN Tembus Rp1.589 Triliun

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 13 Juni 2021 13:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 13 320 2424379 utang-rp500-triliun-aset-pln-tembus-rp1-589-triliun-WGc3EV5PGK.jpg Pembangkit Listrik (Foto: Dok PLN)

JAKARTA - PT PLN (Persero) mencatat nilai aset hingga 2020 mencapai Rp1.589 triliun. Angka tersebut meningkat Rp275 triliun dibanding 2015 sebesar Rp1.314 triliun.

PLN pun menjadi BUMN dengan aset terbesar dan tetap untung. Jumlah aset PLN mengalahkan empat bank BUMN maupun Pertamina.

Menurut Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa, keuntungan PLN tercatat dalam laporan keuangan 2020. Di mana laporan keuangan tersebut sudah diaudit BPK.

Baca Juga: PLN Punya Utang Rp500 Triliun, untuk Apa Saja? 

Dalam laporan yang sudah diaudit, PLN membukukan keuntungan Rp6 triliun sepanjang 2020. Keuntungan PLN antara lain didapat karena operasional yang lebih efisien.

*Mengacu angka audit subsidi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), PLN bisa menekan biaya operasi Rp32 triliun sepanjang 2020," ujar Fabby, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/6/2021).

Fabby membenarkan, utang PLN bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Di sisi lain, ia mengingatkan aset PLN juga melonjak drastis jauh di atas penambahan beban keuangan.

“Modalnya tidak negatif seperti garuda. PLN juga mampu membayar kewajiban utang jangka pendek, tanpa harus minta talangan pemerintah. PLN juga melakukan pengelolaan utang yang lebih baik, dibandingkan dengan Garuda,” ujarnya.

Pada 2020, jumlah ekuitas PLN mencapai Rp940 triliun. Ada pun liabilitas jangka panjang Rp499 triliun dan liabilitas jangka pendek Rp150 triliun.

Sementara itu, nilai pertambahan aset PLN 2015-2020 lebih besar dari total aset Telkom 2020. Pada 2020, aset Telkom dilaporkan Rp246 triliun.

BUMN lain pun beraset di bawah PLN. BRI dan Bank Mandiri punya aset masing-masing Rp1.387 triliun dan Rp1.001 triliun. Sementara Pertamina Rp984 triliun. Ada pun aset BNI dan BTN masing-masing bernilai Rp709 triliun dan Rp297 triliun.

Aset PLN tidak hanya besar. Sepanjang 2015-2020, PLN membayar pajak dan dividen sebesar Rp186 triliun. Padahal, PLN hanya menerima penyertaan modal negara (PMN) total Rp40 triliun dalam periode itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini