BPK: Risiko Kecurangan Anggaran Selalu Meningkat pada Masa Krisis

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 15 Juni 2021 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 15 320 2425420 bpk-risiko-kecurangan-anggaran-selalu-meningkat-pada-masa-krisis-SnxZFtxJjJ.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna mengatakan banyak tantangan dalam mengelola keuangan saat ini saat pandemi Covid-19. Hal ini menimbulkan berbagai tantangan mulai dari risiko strategis, risiko kepatuhan, hingga risiko keuangan.

Selain itu, ada risiko lainnya yaitu bidang operasional dan kecurangan dalam pelaksanaan atau penggunaan anggaran.

Baca Juga: Kejagung Dalami Dugaan Auditor BPK yang Halangi Penyidikan Kasus Jiwasraya

"Risiko kecurangan dan integritas yang selalu meningkat pada masa krisis yang perlu dimitigasi sejak awal dan selalu meninggalkan masalah hukum di kemudian hari,” ujar Firman dalam video virtual, Selasa (15/6/2021).

Kata dia, BPK bakal melakukan tugasnya seperti mengaudit sesuai dengan peraturan yang ada baik di pemerintah pusat maupun daerah. Sehingga berbagai risiko tersebut bisa dihindari.

Baca Juga: Eks Anggota BPK Rizal Djalil Hadapi Sidang Putusan Kasus Suap Hari Ini

“Pemeriksaan tersebut menyangkut 111 jenis pemeriksaan kinerja dan 130 jenis pemeriksaan dengan tujuan tertentu, terhadap 27 objek pemeriksaan pusat, 27 objek pemerintah pusat, 204 objek Pemda, serta 10 objek BUMN dan badan lainnya,” bebernya.

Dia menambahkan muncul kebutuhan akan kepemimpinan yang tangguh kuat dan efektif di segala bidang baik di pusat maupun daerah untuk merespons secara cepat melalui kebijakan yang dalam kondisi yang penuh ketidakpastian.

"Extra Ordinary policy tersebut kemudian disusun dengan disusul dengan reopening policy pada tahun 2021 diterapkan recovery and reform policy yang menjadi perhatian kita," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini