Lonjakan Covid-19, Lockdown Sementara Bisa bikin Ekonomi Lebih Solid

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Rabu 23 Juni 2021 11:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 320 2429543 lonjakan-covid-19-lockdown-sementara-bisa-bikin-ekonomi-lebih-solid-oMcRGYXOhu.jpg Lonjakan Kasus Covid-19 (Foto: Okezone)

JAKARTA – Lonjakan kasus Covid-19 menjadi perhatian semua pihak. Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira menyarankan pemerintah agar dapat memberlakukan lockdown di tanah air. Alasannya, supaya dapat menghentikan penyebaran Covid-19 yang semakin hari mengalami peningkatan.

Menurutnya, Indonesia semestinya bisa melakukan lockdown sementara dengan membuka sektor esensial. Dengan begitu situasi bisa terkendali dan penyebaran Covid-19 bisa ditekan.

“Jika lockdown dilakukan maka hanya sektor esensial yang bisa dibuka seperti fasilitas kesehatan, dan para pekerja toko sembako. Indonesia harus berkaca dari Wuhan yang melakukan lockdown dengan hanya membuka sektor esensial, terbukti efektif,” terangnya kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (23/6/2021).

Baca Juga: Lonjakan Kasus Covid-19 Bikin Saham Farmasi Cuan

Dia mengungkapkan, jika kebijakan lockdown yang dipilih maka ekonomi akan mengalami kontraksi pada kuartal ke III 2021. Sektor-sektor yang terpukul seperti konsumsi rumah tangga, penjualan ritel, transportasi dan sektor pariwisata.

"Namun itu hanya terjadi sementara. Selanjutanya pertumbuhan akan kembali lebih solid," ujarnya.

Bhima juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2021 berada dikisaran 3% hingga 4.5% dengan skenario lockdown 2 minggu pada Juni hingga Juli tahun ini.

Baca Juga: Lonjakan Kasus Covid-19, Pengusaha Ritel: Memprihatinkan

“Dengan penerapan lockdown, risiko kehilahan PDB dengan asumsi target pertumbuhan 2021 sesuai APBN sebesar 5% atau PDB menjadi Rp16.205 triliun,”ungkapnya.

Terkait besarnya anggaran untuk lakukan lockdown, pemerintah masih bisa melakukan realokasi dari belanja yang tidak urgent. Misalnya, anggaran infrastruktur Rp413 triliun dihentikan sementara dan fokus pada alokasi anggaran kesehatan dan perlindungan sosial.

Kemudian pemerintah juga dapat berupaya dengan menyediakan kompensasi bagi UMKM yang terpaksa tutup selama 2 minggu, misalnya saja dengan diberi bantuan subsidi gaji bagi pekerja harian, pekerja lepas maupun pegawai yang terancam di PHK.

"Pemberian Bansos dalam bentuk makanan hingga tunai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat juga menjadi wajib disediakan pemerintah," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini