Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenang Ekonom Enny Sri Hartati

Michelle Natalia , Jurnalis-Jum'at, 02 Juli 2021 |11:06 WIB
Mengenang Ekonom Enny Sri Hartati
Ekonom Indef Enny Sri Hartati Meninggal Dunia. (Foto: Okezone.com/Sindonews)
A
A
A

JAKARTA - Ekonom Senior Indef Enny Sri Hartati meninggal dunia. Dunia perekonomian Indonesia pun berduka dengan berpulangnya Enny, karena dirinya selalu mendorong kemajuan ekonomi Tanah Air.

Enny mengukuhkan kariernya sebagai ekonom sejak muda. Asal muasal semangatnya menti karier dalam bidang ekonomi bermula sejak masa mahasiswa, yang menjadi redaksi majalah Eden, majalah mahasiswa kampus Universitas Diponegoro.

"Melalui majalah mahasiswa Eden ini Enny mengenal Indef dan setelah lulus menceburkan diri sebagai peneliti Indef, menjadi direktur selama hampir satu dekade dan kemudian menjadi peneliti senior," ujar Ekonom Senior sekaligus Pengurus dan Ketua LP3E Kadin Didik J. Rachbini di Jakarta, Jumat(2/7/2021).

Baca Juga: PPKM Darurat, Ekonomi Kuartal III Diramal Minus

Hampir seluruh kariernya memang diniatkan untuk menjadi ekonomi, yang kritis di dalam wadah lembaga pemikir Indef. Memang pada saat yang sama Enny menjadi dosen tetap di Universitas Trisakti.

"Tetapi kegiatan mengajarnya dihentikan demi untuk mengembangkan diri di Indef bersama rekan-rekannya, sekaligus membangun Indef itu sendiri menjadi lebih besar," ungkapnya.

Pada akhir 1990-an ketika Indef baru berdiri, Enny mengidolakan Faisal Basri, ekonom pendiri Indef yang sudah dikenal luas sebagai dosen UI dan sebagai ekonom nasional. Dari Semarang Enny datang ke Jakarta untuk menemui Faisal Basri, sekaligus melakukan wawancara untuk majalahnya.

Baca Juga: Mal Tutup saat PPKM Darurat, Pengusaha: Banyak Pekerja Dirumahkan

"Indef baru berumur 2 tahun ketika itu dan pindah kantor dari Jalan Kartanegara, yang elit, ke jalan Wijayakarta, lokasi suatu perumahan di sekitar Jalan Tendean. Di kantor inilah Enny terus menerus berhubungan dengan Indef, menekuni riset-riset bidang ekonomi, dan lambat laun dikenal secara nasional sebagai ekonom nasional karena banyak menyampaikan pemikirannya di ruang publik," ungkap Didik.

Sebagai ekonom, Enny menuliskan pemikirannya di berbagai media. Dan sebagai ekonom nasional, dirinya dipilih oleh harian Kompas sebagai ekonom, yang rutin menuliskan analisa-analisa tentang perkembangan ekonomi terkini. Hanya beberapa ekonom saja yang dipilih harian ini untuk menjadi kolumnis dan analis tetapnya di halaman depan.

"Hal itu merupakan penghargaan yang tinggi dan pengakuan terhadap kepakaran Enny. Regenerasi Indef sempat terhambat dari generasi pertama ke generasi berikutnya," ucapnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement