5 Fakta Ramalan Ekonomi RI di Tengah Ledakan Kasus Covid-19

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 12 Juli 2021 06:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 09 320 2438135 5-fakta-ramalan-ekonomi-ri-di-tengah-ledakan-kasus-covid-19-W8fyQG5C9t.jpg Dampak Virus Corona pada Pertumbuhan Ekonomi. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Virus corona kembali meningkat di Indonesia saat ini. Lonjakan kasus Covid-19 pun bakal mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini.

Menteri Keuangan pun memprediksi ekonomi pada kuartal II masih bisa mencapai 7% dengan realisasi pada semester I tahun ini mencapai 3,3%.

Okezone pun merangkum fakta-fakta terkait laju pertumbuhan ekonomi, prediksi Sri Mulyani hingga efek Covid-19, Senin (12/7/2021):

1. Ekonomi Tahun Ini Pulih

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa untuk semester I tahun 2020 perekonomian Indonesia menunjukkan pemulihan yang cukup baik. Meskipun pada kuartal I masih negatif tapi akan didongkrak pertumbuhan pada kuartal II ini.

Baca Juga: Sri Mulyani Pangkas Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 3,7%-4,5%

“Untuk semester yang pertama kita sudah melihat perekonomian menunjukan pemulihan yang cukup baik. Namun kuartal I yaitu yang masih pertumbuhan masih minus 0,7% diperkirakan akan terakselerasi di kuartal II,” katanya seusai Sidang Kabinet bersama Presiden Joko Widodo.

2. Ramalan Sri Mulyani

Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada semester I 2021 akan berkisar di angka 3,1 hingga 3,3%.

Baca Juga: Asumsi Makro 2022, Pertumbuhan Ekonomi 5,2%-5,8% dan Rupiah Rp13.900-Rp14.800/USD

“Sehingga keseluruhan semester I itu pertumbuhannya adalah di 3,1 hingga 3,3. Yaitu kuartal I minus 0,7%, kuartal II kita masih memperkirakan atau memproyeksikan pertumbuhan ada di sekitar 7%. Sehingga realisasi di semester I di 3,1 hingga 3,3,” ujarnya.

3. Target Pertumbuhan Ekonomi 2021 Dipangkas

Sri Mulyani memangkas target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini. Sri Mulyani Indrawati memprediksi ekonomi 2021 hanya di kisaran 3,7% sampai 4,5%. Proyeksi ini turun dari semula yang berada di kisaran 4,3% hingga 5,3%.

"Overall growth (secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi) 2021 ada di 3,7% -4,5%, karena pada kuartal I-2021 tumbuhnya minus 0,7%," ujar Sri Mulyani.

4. Keberhasilan PPKM Darurat Jadi Acuan

Sri Mulyani mengatakan, laju pertumbuhan ekonomi akan sangat dipengaruhi oleh skenario penerapan PPKM Darurat. Hal itu yakni seberapa dalam mobilitas masyarakat harus ditekan untuk mengurangi penyebaran virus dan seberapa lama PPKM Darurat dilaksanakan.

"Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang menurun itu dipengaruhi adanya penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali guna menekan lonjakan penularan Covid-19," katanya.

5. Asumsi Makro 2022

- Pertumbuhan ekonomi tetap 5,2-5,8%

- Inflasi 2%-4%, kesepakatan 3 plus minus 1%

- Tingkat bunga SUN 10 tahun tetap 6,32 - 7,27%

- Nilai tukar rupiah Rp13.900 - Rp15.000/USD, kesepakatan Rp13.900 - Rp 14.800/USD

- ICP USD55 - USD65 per barel, kesepakatan USD55 - USD 70 per barel

- Lifting minyak bumi 686.000-726.000 barel per hari, kesepakatan 686.000-750.000 barel per hari

- Lifting gas bumi dari 1.031-1.103 juta barel minyak ekuivalen per hari (BOEPD), kesepakatan 1.031-1.200 juta BOEP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini