Defisit APBN 2021 Diprediksi Rp939,6 Triliun, Sri Mulyani: Bagus

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 12 Juli 2021 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 12 320 2439477 defisit-apbn-2021-diprediksi-rp939-6-triliun-sri-mulyani-bagus-1XWOMJKaqW.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani Prediksi Defisit APBN Tahun Ini Lebih Baik. (Foto: Okezone.com/KBUMN)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksi defisit APBN lebih kecil pada tahun ini. Namun, defisit APBN masih pada rentang 5,7% terhadap PDB.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, defisit fiskal bisa ditekan menjadi Rp939,6 triliun dari Rp1.006,4 triliun atau lebih kecil sekitar Rp66,8 triliun.

Baca Juga: Reformasi Pajak, Sri Mulyani: APBN Punya Daya Batas

"Proyeksi defisit APBN awal Rp1.006,4 triliun. Kita perkirakan akhir tahun defisitnya di bawah itu, yaitu Rp66,8 triliun lebih kecil, yaitu Rp939,6 triliun. Ini adalah sesuatu yang bagus," ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (12/4/2021).

Menurutnya, rendahnya defisit APBN ditopang oleh penerimaan negara yang diproyeksikan ini akan sebesar Rp1.760,7 triliun atau melampaui target yang ditetapkan di APBN 2021 yang sebesar Rp1.743,6 triliun.

Baca Juga: Sorry PNS, Sri Mulyani Alihkan Anggaran Perjalanan Dinas dan Rapat untuk Covid-19

"Ini adalah sesuatu yang bagus. Artinya, APBN akan tetap responsif, membantu rakyat, dunia usaha, dan penanganan Covid-19 tetapi masih tetap menjaga defisit di tingkat yang hati-hati," katanya.

Sayangnya, penerimaan pajak di tahun ini diperkirakan Rp1.176,3 triliun atau masih kurang Rp53,3 triliun dari target penerimaan pajak di tahun 2021 yang ditetapkan Rp1.229,6 triliun.

“Jadi, penerimaan negara diharapkan bisa sedikit di atas taret APBN 2021. Namun, ini sangat tergantung pada sisi ekonomi dan Covid-19, terutama di penerimaan perpajakan. Namun, harapannya kondisi ekonomi akan tetap pulih sehingga target penerimaan perpajakan bisa tercapai,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini