Mau Naik Ojek atau Taksi Online, Jangan Lupa Bawa STRP

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Senin 12 Juli 2021 22:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 12 320 2439632 mau-naik-ojek-atau-taksi-online-jangan-lupa-bawa-strp-6581nCy8Bd.jpg Syarat Naik Ojek Online di Tengah PPKM Darurat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Masyarakat yang akan menggunakan layanan transportasi online, baik mobil ataupun motor diwajibkan memiliki Surat Tanda Regitrasi Pekerja (STRP).

Sebelumnya Kemenhub mengeluarkan Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan Nomor SE 49 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 43 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan bahwa aturan tersebut berlaku untuk semua kendaraan pribadi maupun umum, roda dua dan empat.

Baca Juga: Resmi! Ojol Wajib Punya STRP

“Tak terkecuali berlaku pula untuk syarat bepergian menggunakan Ojol dan taksi online,” ujarnya dalam pesan singkat yang diterima MNC Portal Indonesia, Senin (12/7/2021).

Lebih lanjut, dia menuturkan peraturan baru tersebut sudah disalurkan kepada pihak aplikator transportasi online sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.

“Perihal ini sudah kami komunikasikan ke pihak aplikator,” jelas dia.

Baca Juga: Dikritik Driver Ojol soal Wajib Bawa STRP, Ini Penjelasan Kemenhub

Dalam proses pelakasaannya di lapangan, Adita menegaskan bahwa pengguna OJOL ataupun taksi online akan diperiksa oleh pihak kepolisian yang bertugas untuk memastikan kebenarannya.

“Penumpang akan dicek juga oleh petugas kepolisian,” tegasnya.

Adapun aturan Kemenhub sebelumnya kemudian ditambah dengan berlakunya SE 49 Tahun 2021 per 12 Juli 2021 hingga 20 Juli 2021. Pada aturan terbaru, terdapat syarat tambahan untuk bepergian di dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan.

Syarat bepergian terutama pada moda transportasi darat juga diterapkan pemberlakuannya sebagai syarat bepergian menggunakan Ojol dan taksi online. Di mana pada aturan baru disebutkan, perjalanan rutin dengan moda transportasi darat serta sungai, danau dan penyeberangan dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan sebagaimana dimaksud pada aturan Kemenhub hanya berlaku untuk kepentingan sektor esensial dan sektor kritikal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan terkait.

Sehingga, selama PPKM Darurat hanya pekerja sektor esensial dan kritikal saja yang boleh bepergian menggunakan OJOL dan taksi online sesuai aturan terbaru dalam SE 49 Tahun 2021. Aturan ini mulai berlaku pada 12 Juli 2021 sampai dengan 20 Juli 2021 dan dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan dan/atau perkembangan terakhir di lapangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini