Share

Budidaya Lobster Air Laut

Hafid Fuad, Jurnalis · Selasa 13 Juli 2021 12:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 13 455 2439855 budidaya-lobster-air-laut-YQYiVBF7WK.jpg Budidaya Lobster Air Laut. (Foto: Okezone.com/Instagram Susi)

JAKARTA- Budidaya lobster air laut tentu beda dengan budidaya lobster air tawar. Tentu saja karena hidupnya di air laut atau beda habitatnya.

Budidaya lobster air laut pun dinilai lebih menguntungkan karena di pasaran, lobster air laut harganya lebih mahal dibanding lobster air tawar. Hal ini karena cara budidayanya yang berbeda dengan lobster air tawar serta kandungan gizinya lebih baik dibanding dengan lobster jenis lainnya. Inilah yang membuat budidaya lobster air laut sangat diminati.

Salah satu pelaku budidaya lobster air laut ini adalah Toby yang mengaku menjalankan usaha ini sejak lima tahun terakhir. Dirinya mengaku mengembangkan usaha ini di Bali.

Baca Juga: Bisnis Kerupuk Ikan Laut

Umumnya terdapat pilihan media budidaya yaitu dengan menggunakan keramba ataupun kolam apung dengan menggunakan jala. Tapi dirinya menyarankan media keramba apung tanam jauh lebih efisien. Karena itulah dia mengembangkan keramba apung yang terletak di perairan laut sekitar Bali.

Dia membagikan tips-tips kunci dalam budidaya lobster air laut berdasarkan pengalamannya. Walaupun budidaya lobster air laut secara teknis sangat rumit bila dijabarkan seluruhnya, namun dia dengan rendah hati mengatakan kesulitan itu relatif. Semua akan terasa mudah bila tekniknya sudah dipahami. Sehingga menurutnya baik lobster air tawar ataupun air laut sama-sama menantang.

Menurutnya tips pertama budidaya lobster air laut adalah harus memperhatikan kondisi perairan dimana lokasi keramba tersebut dikembangkan. Faktor cuaca jadi masalah terbesar yang harus diperhatikan. Dia mengatakan salah satu lokasi perairan yang ideal untuk budidaya lobster air laut berada di Nusa Tenggara Timur. Karena sepanjang tahun perairan di sana relatif tenang.

Baca Juga: Muda dan Sukses, Kisah Pria 36 Tahun Bangun Bursa Kripto Terbesar

Sementara di Bali sendiri menurutnya ada risiko faktor cuaca di bulan April hingga Juni. Di bulan tersebut angin cenderung kencang sehingga membuat ombak tinggi. Dengan ombak besar tersebut akan berpengaruh pada kadar garam yang otomatis berkurang.

Dalam mengatasi faktor cuaca tersebut dirinya menggunakan strategi khusus. Risikonya diperkecil dengan memakai teknik pemindahan ke kolam di darat. Caranya dengan menciptakan kolam untuk ekosistem buatan. Kuncinya ada pada ketersediaan plankton dan simulasi air yang keluar masuk. Jadi tujuannya menghilangkan guncangan ombak tapi tetap ada arus. Selain itu juga harus menciptakan plankton tetap ada sebagai sumber makanan.

Nantinya lobster akan dipindahkan dari keramba ke kolam darat bila kondisi tidak bagus atau ombak sedang tinggi. Lalu lobster akan dikembalikan ke keramba bila kondisi cuaca membaik atau tenang. Bagaimanapun, menurutnya lobster air laut harus dikembalikan ke keramba karena itulah ekosistem terbaiknya. Lagipula secara biaya di keramba akan lebih murah.

Berikutnya hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan bibit yang harus dilihat dengan jeli. Saat ini jenis yang paling laris di pasaran umumnya adalah lobster pasir (panulirus homarus) dan lobster mutiara.

Dalam hal pemberian makan lobster umumnya dilakukan dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Untuk pakannya bisa dengan daging ikan rucah, bekicot, siput dan tiram yang sudah di cincang terlebih dahulu.

Kecukupan makanan penting menjaga risiko yang paling sering terjadi dalam budidaya lobster yaitu risiko lobster saling memakan alias kanibal. Secara umum ini akan terjadi bila asupan makanannya kurang. Bila makanannya kurang atau tidak cukup maka lobster akan memangsa temannya.

Kanibalisme adalah tantangan utama yang menyebabkan kematian dalam budidaya lobster. Hal ini biasa terjadi karena pemeliharaan secara berbarengan namun tidak kondusif. Sehingga potensi kanibalisme muncul saat lobster molting (pergantian kulit). Karena itu dibutuhkan teknik shelter lobster yang umumnya berbentuk bundar, segitiga, atau persegi.

Jadi terakhir dia menyarankan bila pembudidaya ingin lobster cepat besar maka harus mengerti teknik untuk memudahkan lobster melakukan molting dengan selamat. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini