Masih PPKM Darurat, IPO Perusahaan Pariwisata Disarankan Jangan Terburu-buru

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Rabu 14 Juli 2021 11:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 14 278 2440396 masih-ppkm-darurat-ipo-perusahaan-pariwisata-disarankan-jangan-terburu-buru-2sfPFtxm4e.jpg Perusahaan IPO di BEI Disarankan Jangan Terburu-buru. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) segera kedatangan beberapa perusahaan rintisan yang akan melakukan penawaran saham perdana atau IPO. Namun di tengah kondisi saat ini dan diberlakukannya PPKM Darurat, perusahaan rintisan yang akan IPO utamanya di sektor wisata disarankan untuk tidak terburu-buru melantai di bursa.

Pengamat Bisnis & Pemasaran Managing Partner Inventure, Yuswohady mengatakan, perusahaan startup di sektor pariwisata jangan tergesa-gesa membidik investor untuk bisa melantai di Bursa Efek Indonesia.

Baca Juga: IPO Bank Digital BCA, Begini Penjelasan Manajemen

"Untuk sektor pariwisata khususnya bagi perusahaan seperti Traveloka dan Tiket.com atau beberapa pelayanan perjalanan penerbangan agak terburu-buru dan untuk timing saat ini belum tepat," kata Yuswohady, saat dihubungi tim MNC News Portal Indonesia, Rabu (14/07/2021).

Yuswohandy menilai, Traveloka yang merupakan industri yang saat ini merosot dan akan sulit untuk melakukan IPO. Pasalnya pariwisata tengah terdampak pandemi dengan diberlakukannya PPKM Darurat.

Baca Juga: Bukalapak IPO, Sahamnya Bakal Laku?

"Tourisme akan lama pulihnya, kalau pun memang dipasksaan untuk dipastikan bisa IPO harganya akan tidak bagus, posisi minat dari investor pun tidak akan banyak," ujarnya.

Dirinya mencontohkan industri tourism tidak bisa dinikmati dengan layanan digital mencontohkan dengan virtual tourism digital di Bali.

"Sebelum pandemi pariwisata sangat menggeliat, tapi sekarang pariwisata benar- benar sedang diobok obok. Top formnya kira- kira 3 tahun lah untuk bisa stabil," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini