Share

Cegah Predatory Pricing, Mendag Ingin Keadilan Industri Online dan Offline

Rina Anggraeni, Sindonews · Kamis 15 Juli 2021 21:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 320 2441343 cegah-predatory-pricing-mendag-ingin-keadilan-industri-online-dan-offline-T4imMpP8y4.jpg Mendag Cegah Predatory Pricing (Foto: Humas Kemendag)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan mencegah predatory pricing (strategi penjualan dengan harga sangat murah) untuk menciptakan keadilan dalam persaingan dagang melalui e-commerce.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, akan memperbaiki Permendag Nomor 50 Tahun 2020.

"Saya janji kita akan atur permainan ini agar berjalan baik. Apa yang akan saya kerjakan adalah memastikan tidak ada predatory pricing, dan intinya saya mau ada keadilan untuk industri online maupun offline,” kata Lutfi secara virtual, Kamis (15/7/2021).

Baca Juga: Presiden Jokowi: Praktik Predatory Pricing Bisa Membunuh 

Menurutnya, ada pelanggan sebesar 11 kali lipat pada media online. Seperti misalkan tayangan streaming Netflix yang memenuhi jalur internet dan komunikasi. Namun, 80% pendapatan tersebut masuk ke platform asing.

“Artinya, kita enggak dapat apa-apa. Kita harus atur ini dengan baik dan adil,” katanya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dia pun memproyeksi nilai transaksi e-commerce pada tahun 2030 akan meningkat tajam. Kalkulasinya, E-commerce akan menguasai lebih dari 34% pasar digital Indonesia pada tahun 2030, yaitu Rp1.908 triliun.

"Hal ini akan diikuti oleh industri yang mengiringinya, seperti layanan pelaku bisnis kepada mitra usahanya (Business to Business/B2B) sebesar Rp763 triliun, di mana kegiatan logistik dan supply chain termasuk di dalamnya. Ini adalah layanan-layanan yang akan membuka mata rantai tersendiri dalam ekonomi digital kita,” ungkap Lutfi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini