5 Bank Sepakat Restrukturisasi Utang Waskita Rp19,3 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 16 Juli 2021 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 320 2441708 5-bank-sepakat-restrukturisasi-utang-waskita-rp19-3-triliun-uCoFSbFUwv.jpg 5 Bank Setujui Restrukturisasi Kredit Waskita Karya. (Foto: Okezone.com/Waskita)

JAKARTA - Lima bank kreditur menyetujui restrukturisasi kredit PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dengan outstanding senilai Rp19,3 triliun. Nilai tersebut mencapai 65% dari total pinjaman Waskita yang mencapai Rp29,26 triliun dari seluruh kreditur perseroan.

Kelima bank tersebut adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dan PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR).

Baca Juga: Waskita Toll Road Lepas 40% Saham di Tol Semarang-Batang

Persetujuan tersebut tertuang dalam Perjanjian Pokok Transformasi Bisnis dan Restrukturisasi Keuangan yang ditandatangani direktur utama Waskita Karya dan direktur utama kelima kreditur. Proses itu disaksikan langsung Menteri BUMN Erick Thohir.

"Saya mengapresiasi komitmen lima kreditur dan manajemen Waskita Karya," ujar Menteri BUMN Erick Thohir, Jumat (16/7/2021).

Baca Juga: 5 Tol Waskita Segera Dijual ke Investor Asing dan Domestik

Dia menegaskan, restrukturisasi 65% adalah kepercayaan yang tidak boleh disia-siakan. Meski begitu, masih ada 35% lagi yang perlu diperjuangkan pemegang saham.

"Ini menjadi katalis untuk mempercepat pulihnya Waskita Karya baik secara keuangan maupun bisnis. Juga untuk meningkatkan keyakinan dan optimisme dari kreditur lain, dan para mitra kerja,” katanya.

Erick mengambil contoh, pemulihan dan penyehatan di beberapa BUMN setelah direstrukturisasi dan ditransformasikan secara total, seperti di PT Krakatau Steel (Persero) dan PTPN (Persero) yang terus.

Mantan Bos Inter Milan itu juga meminta agar ditindaklanjuti proses restrukturisasi, perbaiki landasan GCG, lakukan efisiensi dan transformasi besar-besaran, refocusing, dan dijalankannya divestasi aset-aset yang diperlukan.

"Yang penting, perbaikan jangan hanya dari sisi keuangan, tapi juga dari sisi manajemen, dan AKHLAK dari human capital-nya,” tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini