Sri Mulyani Gelontorkan Rp9,4 Triliun demi Perpanjang Diskon Listrik hingga Desember

Hafid Fuad, Jurnalis · Sabtu 17 Juli 2021 19:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 17 320 2442236 sri-mulyani-gelontorkan-rp9-4-triliun-demi-perpanjang-diskon-listrik-hingga-desember-sds3pSesqo.jpg Diskon Tarif Listrik Diperpanjang Sampai Desember. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Diskon tarif listrik diputuskan diperpanjang, di mana seharusnya selesai September 2021 menjadi Desember 2021. Ini akan diperuntukkan bagi pelanggan 450VA dan 900 VA.

"Tambahannya sebesar Rp1,91 triliun jadi total anggaran sebesar Rp9,49 triliun hingga Desember diperpanjang," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam webinar di Jakarta (17/7/2021).

Dia mengatakan, pemerintah mendukung masyarakat dan usaha kecil yang diperkuat melalui program bantuan diskon listrik.

"Diskon listrik hingga Desember 2021 memiliki sasaran 32,6 juta pelanggan dan ini naik dari alokasi yang disiapkan saat ini sebesar Rp7,58 Triliun," katanya.

Baca Juga: Tak Lagi Gelap Gulita, Ini Cara agar Seluruh Wilayah Indonesia Dapat Listrik

Pemerintah, tambahnya, juga akan memperpanjang bantuan rekening minimum Biaya Beban/Abonemen hingga Desember 2021. Bantuan ini akan menyasar 1,14 juta jumlah pelanggan. Penambahan alokasi dana dari saat ini sebesar Rp1,69 Triliun akan ditambah sebesar Rp0,42 Triliun sehingga akan ada total anggaran sebesar Rp2,11 Triliun.

"Ini yang biasa dibutuhkan pelaku UKM. Tadinya selesai hingga September tapi diperpanjang hingga Desember 2021," katanya.

Sementara itu, pemerintah juga memutuskan tambahan insentif untuk tenaga kesehatan sebesar Rp1,08 triliun. Sri Mulyani menerangkan, tambahan anggaran ini dikarenakan tambahan 3.000 ribu dokter dan 200 ribu perawat.

"Insentif tenaga kesehatan ditambah karena para rumah sakit membutuhkan tenaga dokter 3.000 ribu doketer 200 ribu perawat dan insentifnya kita disediakan sebesar Rp1,08 triliun," kata Sri Mulyani.

Baca Juga: Pasokan Listrik di RS Darurat Covid-19 Dipastikan Aman

Lanjutnya, dengan adanya tambahan ini makan total insentif tenaga kesehatan sebesar Rp18,4 triliun dari Rp17,3 triliun.

"Sehingga tambahan anggaranya Rp400 miliar dari Rp17,3 triliun dari Rp18,4 triliun," katanya.

Dia menambahkan, percepatan pencairan akan dilakukan Kementerian Kesehatan. Anggarannya pun sudah siap cair.

"Pencairannya oleh Kementerian Kesehatan tapi dari kita sudah ada anggaranya dan sudah siap dicairkan," tandasnya.

Selain tambahan anggaran insentif nakes, pemerintah juga menambah bantuan sosial kartu sembako dengan tambahan dua bulan, Juli-Agustus.

Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah menyiapkan alokasi tambahan sebesar Rp7,52 triliun dengan besaran manfaat sebesar Rp200.000/bulan bagi keluarga penerima.

"Bansos untuk PKH saat ini sebesar Rp28,31 triliun tidak akan direvisi. Nanti tergantung komposisi keluarganya, estimasi keluarga penerima manfaat 40 juta keluarga. Tapi untuk penerima kartu sembako akan ada tambahan Juli dan Agustus," ujar Sri Mulyani.

Dia menjelaskan penerima kartu Sembako ditargetkan untuk 18,8 Juta keluarga yang berarti untuk 75,2 juta orang. Total alokasinya mencapai Rp49,89 Triliun dengan periode selama 14 Bulan.

Sementara besaran manfaatnya sebesar Rp200.000 per bulan. "Alokasi kartu sembako yang sudah eksisting sebesar Rp42,37 Triliun dengan alokasi Rp 200 Ribu per bulan. Ini yang akan ditambah 2 bulan ekstra," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini