Harga Saham Rp100, Trimegah Karya Bakal Raup Dana IPO Rp50 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 19 Juli 2021 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 19 278 2442867 harga-saham-rp100-trimegah-karya-bakal-raup-dana-ipo-rp50-miliar-7ntm1sKwWX.jpg Harga Saham Trimegah Karya Cair (Foto: Okezone)

JAKARTA - Perusahaan pelopor dan agregator voucher diskon digital, PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) berpotensi meraup dana sebesar Rp50 miliar, setelah menetapkan harga penawaran perdana saham atau initial public offering (IPO) Rp100 per lembar saham. Informasi tersebut disampaikan perseroan seperti dikutip dalam laman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di Jakarta.

Dalam aksi korporasinya, perseroan melakukan penawaran umum sebanyak 500 juta lembar saham bernominal Rp20 per lembar mulai tanggal 19 hingga 23 Juli 2021. Hal itu dilakukan setelah mendapatkan pernyataan efektif IPO dari OJK pada tanggal 15 Juli 2021 dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 27 Juli 2021.

Selanjutnya, sebanyak 36% dari dana IPO akan digunakan untuk modal kerja. Rinciannya, 32% untuk pengembangan produk dan fitur, serta 4% untuk pembelian perlengkapan sebagai pengembangan jalur distribusi pemasaran. Kemudian, sebanyak 34% digunakan untuk penambahan Sumber Daya Manusia, sewa kantor dan mencari merchant baru. Berikutnya, 30% untuk modal kerja, seperti persediaan voucher.

Selain itu, perserpan masih berpotensi meraup dana sebesar Rp87,5 miliar dari pelaksanaan waran. Disamping itu, perseroan juga menerbitkan 250 juta lembar waran seri I. Dimana setiap pemegang 2 lembar saham IPO mendapat 1 waran. Kemudian setiap satu waran dapat ditebus menjadi satu saham perseroan dengan harga tebus Rp350 per lembar.

Baca Juga: 12 Emiten Kena Suspensi Gegara Nunggak Bayar Biaya Pencatatan

Direktur Utama PT Trimegah Karya Pratama Tbk, Hadi Kuswanto pernah bilang, IPO merupakan salah satu langkah strategis untuk memperkuat bisnis di industri voucher. “Kami bersyukur, sebagai perusahaan pelopor dan agregator voucher diskon digital di Indonesia, momentum saat ini kami nilai adalah waktu yang tepat untuk melakukan penawaran umum perdana saham. Hal ini seiring adanya perubahan pola transaksi masyarakat ke arah digital akibat pandemi Covid-19. Kami optimistis kehadiran Ultra Voucher di pasar modal Indonesia akan memperkenalkan industri voucher sekaligus memperkuat fundamental bisnis kami tentunya," ujarnya.

Baca Juga: Anak Usaha Sarana Menara (TOWR) Dapat Pinjaman USD34,8 Juta, untuk Apa?

Industri voucher, termasuk voucher digital, diyakini Hadi terus bertumbuh dari tahun ke tahun seiring perubahan pola transaksi masyarakat yang lebih ke arah digital. Untuk itulah, Ultra Voucher berencana untuk melakukan ekspansi ke tempat-tempat ritel yang mudah dijangkau oleh masyarakat, demi mendukung rencana ekspansi ini dan salah satunya mengambil langkah strategis dengan IPO.

Asal tahu saja, secara fundamental, bisnis Ultra Voucher menunjukkan performa positif, sepanjang 2020, laba bersih tahun berjalan tercatat melonjak 408,9%. Per Maret 2021, laba tahun berjalan tercatat Rp543,49 juta dengan total penjualan Rp194,48 miliar.

Per Desember 2020, total downloader aplikasi Ultra Voucher sudah lebih dari 200.000 baik di perangkat Android maupun iOS. Di mana terdapat lebih dari 10.000 pengguna yang melakukan transaksi setiap bulannya. Saat ini, Ultra Voucher telah menjalin kerja sama dengan 300 brand dan lebih dari 40.000 outlet di seluruh Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini