Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

84.000 Pekerja Mal Terancam Kena PHK jika PPKM Darurat Diperpanjang

Advenia Elisabeth , Jurnalis-Senin, 19 Juli 2021 |14:34 WIB
84.000 Pekerja Mal Terancam Kena PHK jika PPKM Darurat Diperpanjang
PPKM Darurat (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Pandemi Covid-19 belum menunjukkan adanya pemulihan yang signifikan. Hal itulah yang menjadikan pemerintah melakukan kajian ulang untuk menerapkan PPKM Darurat kembali atau tidak. Adapun sektor pusat perbelanjaan yang paling terpukul dari efek PPKM Darurat jika diperpanjang.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menuturkan perpanjangan PPKM Darurat akan berimbas pada 84 ribu pegawai yang terancam mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dimana, kata dia kebijakan PHK ini merupakan opsi terakhir yang diambil pengusaha mal untuk menyelamatkan keuangan perusahaan.

"Jumlah karyawan pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia ada sekitar 280 ribu orang, tidak termasuk karyawan penyewa atau tenant. Potensi yang dirumahkan atau terkena PHK sekitar 30%," kata Alphonzus saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (19/7/2021).

Baca Juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Bansos Tunai Diusulkan Naik Jadi Rp1 Juta

Dalam memutus hubungan kerja dengan para karyawan, sambung dia, para pekerja tidak langsung di PHK tanpa mendapat upah. Melainkan sebelumnya akan dirumahkan terlebih dahulu dengan upah tetap dibayar penuh, kemudian karyawan dirumahkan dengan upah dibayar sebagian, dan tahap terakhir adalah pemutusan hubungan kerja.

Baca Juga: Daftar Bansos PPKM Darurat yang Cair dan Penerimanya

Alphonzus menyampaikan hingga saat ini sebagian besar pekerja di pusat perbelanjaan atau mal dirumahkan, namun yang berbeda adalah tidak semua pekerja mendapat upah secara penuh melainkan ada yang diberi hanya sebagian. “Pemberian upah tergantung dari kemampuan masing-masing pemilik pusat perbelanjaan,” lanjutnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement