Microsoft Akan Bangun Pusat Data di Indonesia

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 19 Juli 2021 21:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 19 320 2443114 microsoft-akan-bangun-pusat-data-di-indonesia-iAtvUMb2EK.jpg Microsoft ingin membangun pusat data di Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia melakukan pertemuan dengan Microsoft di Washington DC untuk membahas rencana investasi membangun pusat data di Indonesia. Pertemuan dihadiri oleh Vice President of Azure Global Microsoft Mark Jacobsohn dan secara daring turut bergabung Presiden Direktur Microsoft Indonesia Haris Izmee.

Menteri Investasi mengapresiasi komitmen yang direncanakan Microsoft untuk Indonesia seperti yang pernah dikemukakan tahun lalu oleh CEO Microsoft saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta.

Baca Juga: Target Investasi Rp1.200 Triliun, Bahlil Boyong Investor AS

“Kami menjalankan apa yang menjadi hasil pertemuan Bapak Jokowi dengan Microsoft. Presiden Jokowi menginginkan Microsoft masuk ke Indonesia. Semuanya kami akan bantu, dalam konteks bagaimana aturan diperhatikan dan ditegakkan. Dengan tetap memperhatikan kolaborasi dengan UMKM, pengusaha daerah maupun pengusaha nasional lain,” kata Bahlil di Jakarta, Senin (19/7/2021).

Bahlil menegaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU CK) seluruh proses perizinan investasi yang dilakukan melalui sistem OSS dan perizinan di daerah, seluruhnya akan dibantu oleh Kementerian Investasi/BKPM. Bahlil pun menyampaikan kepada Microsoft bahwa UU CK mewajibkan program kemitraan antara investor dengan UMKM.

Baca Juga: Waspada Penipuan! Jangan Mudah Percaya Investasi Berizin OJK, Ini Cara Cek Keasliannya

“Sesuai perintah UU CK, setiap investasi harus ada kolaborasi dengan pengusaha daerah, tapi yang profesional. Jadi setiap investasi yang masuk betul-betul memberikan dampak dan bermanfaat,” tambah Bahlil.

Vice President of Azure Global-Microsoft Mark Jacobsohn menyampaikan bahwa Microsoft memiliki komitmen jangka panjang pada pertumbuhan Indonesia. Inisiatif yang dicanangkan di Indonesia dengan tema “Berdayakan Ekonomi Digital Indonesia” akan merangkul berbagai pihak seperti pelayanan publik, pengembang (developer),.dan ekosistem startup.

“Kami berekspansi dengan cepat di wilayah Indonesia. Kami membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, tentunya dari pemerintah Indonesia dan ketersediaan infrastruktur pendukung untuk mensukseskan investasi di Indonesia,” ungkap pria yang akrab disapa Jake ini.

Menurut penelitian IDC (International Data Corporation), proyeksi dampak ekonomi dari investasi Microsoft di Indonesia sampai tahun 2024 adalah penciptaan sumber pendapatan baru bagi Microsoft dan mitra lokal bisnisnya di Indonesia sebesar USD6,3 miliar, penciptaan lapangan kerja sekitar 60.000 lapangan kerja baru, dan 9.000 lapangan kerja bagi profesional di bidang teknologi informasi.

Microsoft adalah sebuah perusahaan multinasional Amerika Serikat berkantor pusat di Redmond, Washington, Amerika Serikat. Microsoft telah hadir di Indonesia selama 26 tahun, dengan mempekerjakan lebih dari 150 karyawan dan 7.000 mitra di seluruh Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini