Menko Luhut: 60% Masyarakat Patuh Protokol Kesehatan Sudah Luar Biasa

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 20 Juli 2021 13:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 20 320 2443300 menko-luhut-60-masyarakat-patuh-protokol-kesehatan-sudah-luar-biasa-6rC41iqSuN.jpg Menko Luhut Ingin Prokes Masyarakat Ditingkatkan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menegaskan proses pengambilan keputusan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat melibatkan banyak pihak. Tak terkecuali akademisi dari berbagai kampus di daerah.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat wilayah Jawa Bali yang berlaku sejak 3-20 Juli 2021. Meski demikian, belum ada keputusan apakah pembatasan masa akan diperpanjang.

Baca Juga: PPKM Darurat, Penumpang Pesawat di 15 Bandara Turun

“Ini semua, kami mendengarkan banyak orang. Kami mendengarkan guru besar FK UI, asosiasi profesi kedokteran, Universitas Airlangga, UGM, dan lainnya,“ ujar Luhut, Selasa (20/7/2021).

Dia juga mencatat, dalam situasi saat ini ada beberapa yang perlu diketahui dan dipahami masyarakat. Pertama adalah penanganan di hulu yakni diperlukannya dukungan masyarakat.

"Yaitu bagaimana mereka bisa patuh pada protokol kesehatan. Saya tidak minta 100%, kalau 60% saja sudah luar biasa,“ katanya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Meningkat, WNI Dilarang Masuk ke Singapura

Kedua, terkait dengan kebutuhan serta pemenuhan oksigen, obat, tenaga kesehatan (nakes), tempat tidur, serta vaksinasi. Ketiga, pengetahuan tentang jenis virus delta atau Covid-19. Ia memandang sisi kebutuhan oksigen hingga vaksinasi hingga saat ini masih dapat dikendalikan dengan baik.

“Di tengah ini relatif bisa kita kendalikan. Masalah rumah sakit atau tempat tidur sekarang kita bangun, Jakarta aja 3.500 atau lebih dan seluruh kota-kota besar sekarang kita bangun tempat-tempat karantina dan pengobatan-pengobatan di ICU,“ ungkap dia.

Namun demikian, mengenai obat, dia mengakui dalam sebulan ini stoknya sedikit terkendala. Sebab, PT Bio Farma (Persero) hanya mampu memproduksi atau memenuhi 22 juta dosis dalam 1 bulan. Namun, per Agustus tahun ini pemerintah menargetkan kesediaan 30-50 juta satu bulannya.

Luhut juga menyadari betul betapa pentingnya upaya penangan yang optimal dilakukan di hulu. “Ini sangat penting, ditengah ini kita bisa manage (atur). Sekarang sudah ada varian delta, sudah ada varian baru, jadi kita siap-siap menghadapi dinamika ini,“ tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini