BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi Dunia Naik Jadi 5,8%

Anggie Ariesta, Jurnalis · Kamis 22 Juli 2021 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 320 2444401 bi-ramal-pertumbuhan-ekonomi-dunia-naik-jadi-5-8-73HiUhE3Bk.jpg BI Prediksi Ekonomi Dunia Tumbuh 5,8%. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi perekonomian global tumbuh lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan angka proyeksi pertumbuhan ekonomi global direvisi ke atas, dari 5,7% menjadi 5,8%.

“BI merevisi ke atas perkiraan pertumbuhan ekonomi global 2021 menjadi 5,8% dari sebelumnya 5,7%,” katanya. saat melaporkan hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (22/7/2021).

Baca Juga: Bukan Hanya Amal, Negara Maju Diminta Percepat Vaksinasi di Dunia

Menurut Perry, peningkatan pertumbuhan ekonomi akan terjadi di Amerika Serikat dan negara di kawasan Eropa seiring percepatan vaksinasi Covid-19 dan berlanjutnya stimulus fiskal dan moneter. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi di China pun diperkirakan akan berlanjut.

Sementara itu, pertumbuhan di India dan negara Asean diperkirakan akan lebih rendah dikarenakan kebijakan pembatasan mobilitas akibat dari melonjaknya kasus Covid-19.

Baca Juga: Viral Iklan Dicari Pria Kaya yang Tidak Kentut

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan meningkat, volume perdagangan dan harga komoditas dunia diperkirakan lebih tinggi sehingga akan mendukung kinerja ekspor di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Selain itu, Perry mengatakan ketidakpastian pasar keuangan global masih terus mengalami peningkatan karena penyebaran Covid-19 dan adanya rencana tapering oleh the Fed. Kondisi ini menyebabkan investor mengalihkan modalnya ke aset yang lebih aman sehingga aliran modal asing ke emerging market menjadi terhambat dan nilai tukar di negara tersebut pun menjadi tertekan.

Adapun, BI juga melakukan revisi angka proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik 2021. Proyeksi pertumbuhan ekonomi direvisi ke bawah dari 4,1% hingga 5,1% menjadii 3,5% hingga 4,3%.

“BI perkirakan ekonomi pada 2021 jadi 3,5%-4,3% dari proyeksi sebelumnya 4,1%-5,1%,” katanya.

Perry memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2021 akan lebih rendah dikarenakan kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat guna mengendalikan penyebaran Covid-19. Perekonomian pada kuartal IV diperkirakan akan kembali meningkat, didorong oleh perbaikan mobilitas masyarakat sejalan dengan peningkatan vaksinasi Covid-19 dan berlanjutnya stimulus fiskal dan moneter, serta meningkatnya kinerja ekspor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini