Viral Iklan Dicari Pria Kaya yang Tidak Kentut

Selasa 29 Juni 2021 12:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 29 320 2432532 viral-iklan-dicari-pria-kaya-yang-tidak-kentut-ZuNhhZW5cN.jpg Viral Iklan Mencari Jodoh di India. (Foto: Okezone.com/BBC Indonesia)

JAKARTA - Di India, banyak warga yang mencari jodoh melalui iklan baris di surat kabar. Iklan-iklan itu kemudian dikategorikan menurut agama dan kasta.

Rangkaian kalimat dalam iklan semacam itu sering menuliskan rincian atribut fisik seperti warna kulit, tinggi, bentuk wajah, dan banyak yang membanggakan pendapatan enam digit, kekayaan keluarga, dan properti.

Akan tetapi, bagi kaum feminis di India, iklan mencari jodoh di surat kabar bukanlah pilihan. Karena itu, ketika sebuah iklan mencari "seorang pria feminis yang tidak kentut, tidak bersendawa, tampan, kaya" untuk "seorang perempuan feminis berpendirian teguh, berambut pendek, dan memiliki tindikan" muncul di surat kabar terlaris di India, sontak menjadi viral.

Banyak yang berspekulasi tentang identitas orang-orang di balik iklan tersebut dan apakah iklan itu "asli". Ternyata iklan tersebut adalah lelucon yang dibuat seorang laki-laki dan perempuan, yang merupakan kakak beradik, dan sahabat mereka.

Baca Juga: Israel Didukung AS, ada Orang Terkaya Dunia Jeff Bezos hingga Elon Musk

Menggunakan alamat email yang diunggah di iklan, BBC berhasil melacak "feminis berpendirian" itu, Sakshi dan saudara laki-lakinya Srijan dan sahabatnya Damyanti, yang mencetuskan ide tersebut.

Semua nama adalah nama samaran mereka tidak ingin identitas terungkap karena, seperti yang dikatakan Sakshi.

"Kami semua profesional dengan karier yang stabil, dan (semoga) memiliki masa depan yang menjanjikan dan mereka tidak ingin diserang di media sosial," ujarnya, demikian dilansir dari BBC Indonesia, Selasa (29/6/2021).

Iklan tersebut, kata Srijan, adalah sebuah lelucon kecil yang kami berikan untuk ulang tahun Sakshi yang ke-30.

"Usia 30 adalah tonggak sejarah, terutama karena semua percakapan di masyarakat kami adalah seputar pernikahan. Saat Anda berusia 30 tahun, keluarga dan masyarakat Anda mulai menekan Anda untuk menikah dan berkeluarga," katanya.

Sakshi mengatakan dia memiliki rambut pendek dan tindikan, bekerja di sektor sosial, berpendirian dan bahwa "bersendawa dan kentut" adalah lelucon keluarga. Iklan itu dapat dilihat di belasan kota di India utara dan menelan biaya sekitar 13.000 rupee (Rp2,5 juta).

"Jumlah yang akan kami habiskan untuk hadiah dan perayaan jika tidak ada lockdown Covid," kata Srijan.

Baca Juga: Sri Mulyani: Pemulihan Ekonomi Global Dibayangi Lonjakan Covid-19

Malam sebelum ulang tahunnya, kata Sakshi, saudara laki-lakinya memberinya gulungan kertas. "Ketika saya membuka gulungannya, ada alamat email [email protected] dan kata sandinya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dengan itu," katanya.

"Di pagi hari, Srijan membawakan saya koran dengan kolom cari jodohnya. Kami tertawa terbahak-bahak. Itu lelucon yang menyenangkan."

Di India, kaum feminis disalahpahami sebagai perempuan yang membenci pria dan tidak bermoral. Namun, lelucon pribadi tersebut segera tersebar di media sosial.

Setelah selebritas membagikan iklan itu, ratusan orang mulai mengomentarinya dan lusinan email mulai berdatangan.

"Saya telah menerima lebih dari 60 email sejauh ini. Banyak yang mengira itu lelucon dan menganggapnya lucu," kata Sakshi.

Seorang pria menulis dengan mengatakan bahwa dia cocok dengannya karena dia penurut dan tidak berpendirian sama sekali.

Seorang perempuan menulis untuk berterima kasih padanya atas iklan tersebut dan berkata, "Saya juga seperti itu".

Namun di India, negara dengan budaya patriarki yang kuat, feminisme sering dianggap sebagai kata kotor.

Feminis disalahartikan sebagai perempuan yang membenci pria dan tidak bermoral, baik oleh laki-laki dan perempuan.

Lebih dari 90% pernikahan India adalah hasil perjodohan.Beberapa mengatakan iklannya beracun, bahwa dia terdengar gemuk dan satu orang mengatakan bahwa semua feminis adalah idiot.

Seorang perempuan sangat marah sehingga dia mengancam bahwa saudara laki-lakinya akan "melemparnya [pengiklan] dari lantai 78".

Damyanti menunjukkan bahwa di India, di mana 90% dari semua pernikahan masih terjadi karena perjodohan, "semua orang menginginkan pengantin pria yang mapan.

Namun, blak-blakan menyebut hal itu memicu begitu banyak kemarahan. Sakshi mengatakan iklan itu "sepertinya telah melukai banyak ego".

"Kamu tidak bisa mengatakan hal-hal seperti itu dengan lantang. Laki-laki selalu menginginkan pengantin yang tinggi dan langsing, cantik, mereka membual tentang kekayaan mereka, tetapi ketika hal itu di balik mereka tidak bisa menerimanya.

"Mereka berpikir bagaimana mungkin seorang perempuan menetapkan kriteria seperti itu?"

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini