BI Bawa Kabar Gembira, Kredit UMKM Melesat di Tengah Covid-19

Antara, Jurnalis · Jum'at 23 Juli 2021 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 320 2444857 bi-bawa-kabar-gembira-kredit-umkm-melesat-di-tengah-covid-19-EqL3whPOsM.jpeg Kredit UMKM mengalami pertumbuhan positif (Foto: Shuttestock)

JAKARTA - Pertumbuhan kredit UMKM tumbuh positif. Bahkan kredit UMKM sudah melampaui pertumbuhan kredit total per Juni 2021 dibandingkan pada Juni tahun 2020.

"Yang menggembirakan, perkembangan kredit terakhir per bulan Juni, kredit UMKM terus menunjukkan sinyal positif. Data terakhir pada triwulan II 2021, pertumbuhan kredit UMKM sudah melewati pertumbuhan kredit total," kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti dilansir dari Antara, Jumat (23/7/2021).

Baca Juga: Lebih Banyak Simpan Uang, Orang RI Enggan Ajukan Kredit di Bank

Berdasarkan data Bank Indonesia, pertumbuhan kredit UMKM sebesar 0,13% pada Juni 2020 dengan pertumbuhan kredit secara total sebesar 1,49% pada periode yang sama. Sementara pada Juni 2021 pertumbuhan kredit UMKM sebesar 2,35%, sedangkan pertumbuhan kredit secara total di angka 0,59%.

Dari segmentasinya, perkembangan kredit UMKM paling tinggi di segmen menengah dan kecil, sedangkan pertumbuhan kredit mikro masih terkontraksi.

Baca Juga: Realisasi KUR Tembus Rp128,4 Triliun di Awal Juli

Destry mengemukakan sektor UMKM yang memiliki pangsa kredit terbesar dan kredit barunya terjadi di sektor perdagangan baik eceran maupun besar, khususnya sektor perdagangan makanan dan minuman.

BI juga mencatat adanya peningkatan pencairan kredit baru, yang bahkan sudah melampaui pelunasan kredit. Per Juni 2021, pencairan kredit baru sebanyak Rp72,23 triliun sementara pelunasan kredit Rp60,21 triliun.

Selain itu Destry mengungkapkan perbaikan kinerja dari UMKM pada tahun 2021. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Mandiri Institute, per April 2021 sekitar 84,8% UMKM sudah beroperasi secara normal dengan 8,1% beroperasi secara terbatas, dan 7,2% UMKM yang berhenti beroperasi.

Jumlah ini meningkat dibandingkan saat terjadi pandemi sepanjang tahun 2020 di mana hanya 35,2% UMKM yang beroperasi secara normal, 34,5% beroperasi secara terbatas, dan 30,4% di antaranya berhenti beroperasi.

Meskipun terlihat ada perbaikan dari sektor UMKM, Destry tetap mengingatkan bahwa kunci dari pemulihan ekonomi adalah penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia.

"Jadi kita dituntut bisa melakukan protokol kesehatan secara disiplin, vaksinasi terus diakselerasi," katanya. Dia menerangkan penurunan mobilitas yang terjadi akibat diterapkannya kebijakan PPKM berdampak pada kinerja di sektor UMKM.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini