Bayar Utang, Jababeka Terbitkan Global Bond Rp5,07 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 26 Juli 2021 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 278 2446096 bayar-utang-jababeka-terbitkan-global-bond-rp5-07-triliun-R9tzOFWM2c.jpeg Jababeka Terbitkan Global Bond (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Tingkatkan likuiditas guna mendanai ekspansi bisnisnya dan termasuk refinancing, emiten pengembang lahan industri PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) akan menerbitkan surat utang berdenominasi AS lewat anak usahanya yaitu Jababeka International B.V. (JIBV). Disebutkan, surat utang yang diterbitkan JIBV sebanyak-banyaknya USD350 juta. Jumlah itu setara dengan Rp5,07 triliun dengan estimasi kurs Rp14.500 per dolar AS.

Dengan memperhitungkan kurs tengah Bank Indonesia senilai Rp14.105 pada akhir 2020, jumlah tersebut setara dengan 78,86% dari nilai ekuitas Jababeka berdasarkan laporan keuangan tahunan.

Dengan demikian, perseroan akan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) untuk mendapatkan restu pemegang saham untuk memuluskan aksi korporasi tersebut. Dana dari penerbitan obligasi tersebut akan digunakan utamanya untuk pembiayaan kembali atau refinancing surat utang yang lama yaitu surat utang senior senilai USD300 juta yang diterbitkan JIBV dan akan jatuh tempo pada 2023.

Baca Juga: Investor Dapat Cuan, Elnusa Tebar Dividen Rp74 Miliar

Refinancing itu dianggap perlu sehingga dapat memperbaiki profil jatuh tempo pinjaman dan mengurangi risiko kredit perseroan. Pembayaran pokok atas pinjaman-pinjaman perseroan, baik di tingkat perseroan maupun anak perusahaan akan membuat likuiditas perseroan menjadi lebih baik. Selain itu, surat utang tersebut akan digunakan emiten dengan kode saham KIJA untuk membiayai kegiatan umum yang nantinya juga akan meningkatkan likuiditas dan keuntungan perseroan.

Adapun, hingga tanggal keterbukaan informasi ini belum tersedia informasi terkait dengan investor yang akan membeli surat utang baru Jababeka tersebut. Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan pra-penjualan (marketing sales) sebesar Rp 1,4 triliun. Target tersebut naik 55,78% dari realisasi marketing sales di tahun lalu yang mencapai Rp 898,7 miliar.

Baca Juga: Pendapatan CGV Anjlok, Bagaimana Nasib Bisnis Bioskop di Masa Covid-19?

Sekretaris Perusahaan KIJA, Muljadi Suganda menjelaskan, realisasi tahun lalu setara dengan 54% capaian di 2019 terutama karena adanya pandemi Covid-19. Namun, di semester II-2020, capaian marketing sales mengalami peningkatan 2,5 kali lipat dari realisasi semester sebelumnya didukung oleh penjualan kawasan industi Kendal dan Cikaran serta suksesnya peluncuran produk rumah tapak di Cikarang.

Melihat adanya momentum positif pada semester II-2020 tersebut, KIJA akhirnya optimistis meningkatkan target marketing sales di tahun ini.

"Momentum positif di semester II-2020 akan berlanjut hingga awal 2021. Kemudian, KIJA melihat adanya pipeline yang solid untuk industrial di Cikarang dan Kendal, dan ada rencana meluncurkan 3-4 residensial maupun komersial produk," jelas Muljadi, seperti dikutip Harian Neraca, Senin (26/7/2021).

KIJA menargetkan dari total target marketing sales 2021, sebesar Rp1 triliun akan berasal dari Cikarang. Di mana sekitar separuhnya akan berasal dari kawasan industri dan separuh sisanya akan dari residensial komersial. Sedangkan sebesar Rp400 miliar akan dibukukan dari Kendal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini